Home / EkBis / Maaf, PLN Hanya Bertahan Sampai Maret
H Nurdin Basirun bersama Dadan Kurniadipura

Maaf, PLN Hanya Bertahan Sampai Maret

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Dompak – Direktur utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura bersama rombongan bertemu dengan Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, Sekdaprov TS Arif Fadillah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syamsul Bahrum di ruang rapat kantor Gubernur, Pulau Dompak, Kamis (5/1).

Rapat berlangsung tertutup, lebih kurang satu jam. Usai rapat, Dadan menuturkan, kondisi keuangan PLN semakin krisis. Bahkan, PLN hanya mampu membeli bahan bakar hingga Februari atau Maret saja. Sedangkan rencana kenaikan ratif rumah tangga sebesar 47 persen belum disetujui baik gubernur maupun DPRD Kepri.

Pihak PLN Batam meminta kenaikan tarif listrik rumah tangga naik menjadi sekitar Rp 1.325/KWH. Selama ini, daya listrik yang dijual Rp 900/KWH. Sedangkan PLN Persero, menjual listrik rumah tangga Rp 1.300/KWH. Jadi, harga listrik di Batam untuk rumah tangga lebih murah Rp 400/KWH.

Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik per KWH itu sekitar Rp 1.388/KWH. Namun, dijual Rp 900/KWH. PLN Batam mengaku, listrik rumah tangga di Batam disubsidi. Mereka meminta kenaikan tarif ini agar bisa menutupi biaya produksi listrik rumah tangga. Sehingga, keuangan PLN membaik agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.

Kedatangannya ke kantor gubernur juga untuk menyampaikan kondisi Batam saat ini. Bukan hanya memikirkan Batam, melainkan juga memikirkan Provinsi Kepri. ”Jadi pertemuan tadi, kita mengklarifikasi isu-isu yang berkembang selama ini di media,” tegasnya.

Hanya saja, kata dia, kondisi seperti ini memang sering byarpet lantaran gangguan masalah cuaca buruk. Nah, ketika ada petir, kondisi stabil listrik tidak dipungkiri akan mengalami trip. Faktor cuaca ini pun menjadi atensi Dadan mengadu ke Gubernur Kepri, di samping menyampaikan masalah keuangan PLN Batam yang sedang kritis.

Baca Juga  FKPD Kepri: Jangan Ada Lagi Pemadaman Listrik

Sebulan misalnya, Bright PLN Batam itu harus menanggung beban pengeluaran 6.000.000 US Dollar sebulan untuk membeli bahan bakar. Namun, kemampuan dana yang dimiliki hanya mencapai 5.000.000 US Dollar. ”Saya juga harus hitung-hitung serta dengan mengurangi pertemuan, rapat-rapat, agar uangnya bisa dialihkan untuk membeli bahan bakar tersebut,” tambah Dandan.

Hanya saja, kondisi keuangan sedang kritis seperti ini, ia mengklaim belum melakukan pemadaman listrik secara bergilir. Yang terjadi selama ini adalah gangguan alam. Meskipun demikian mengingat kondisi keuangan yang kritis ini, Dadan spontan menyebutkan PLN Batam hanya mampu bertahan sampai Februari atau Maret mendatang. ”Kita lihat saja apa yang terjadi di waktu yang akan datang. Semuanya itu tergantung pada Pak Gubernur dan DPRD Kepri,” katanya.

Melihat kondisi keuangan yang kritis seperti ini, Dadan menambahkan memang ada wacana akan menaikkan tarif PLN. ”Kenaikan ini, tentunya harus mengikuti prosedur termasuk juga persetujuan DPRD dan itu yang diminta gubernur agar kita mengikuti prosedur dan tahapan di DPRD. Dan semua itu pasti kita ikuti,” tegasnya. (ais/mas)

About admin

Lihat Juga

BPIH Batam Ditetapkan Sebesar Rp 32 Juta di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk embarkasi Batam ditetapkan sebesar Rp 32.456.450. Besaran biaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *