Home / Daerah / Batam / Luhut Berharap KEK Kabil Diharapkan Selesai Dalam Satu Hingga Dua Bulan
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai melihat lokasi lego jangkar di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/3).

Luhut Berharap KEK Kabil Diharapkan Selesai Dalam Satu Hingga Dua Bulan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan industri Kabil Kota Batam Provinsi Kepulau Riau diharapkan selesai dalam satu hingga dua bulan karena area tersebut dinilai paling siap untuk diubah dari Free Trade Zone (FTZ) ke KEK. Menteri Koodinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di Batam, Kamis, mengatakan ada lima kawasan yang akan diubah dari FTZ ke KEK.

“Itu segera dan Presiden sudah mau, (lokasinya) akan segera diumumkan,” katanya.

Luhut menambahkan dengan adanya perubahan status itu para investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Batam akan lebih cepat untuk merealisasikan rencana pengembangan usahanya.

“Misalnya di Kabil area mau jadi KEK segera saja kita mainkan, tidak ada masalah dan saya berharap satu dua bulan selesai,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan ada lima lokasi yang ditawarkan pihaknya kepada Menko Kemaritiman. Gubernur menambahkan area tersebut diantaranya Galang Batang, Rempang-Galang, Tanjungsauh dan Pulau Asam.

“Lima lokasi KEK yang kita tawarkan pastinya sudah ada investornya dan yang memang bisa berkompetisi kita tetapkan saja menjadi KEK,” ujarnya.

Nurdin tidak ingin nantinya kawasan yang sudah ditetapkan sebagai KEK sudah nantinya terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.  Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan transformasi Batam dari Kawasan perdagangan Bebas dan pelabuhan Bebas (KPBPB) menuju KEK akan dilakukan secara bertahap, dengan kurun waktu dua hingga tiga tahun kedepan. Menurut Lukita, kawasan yang sudah siap akan diprioritaskan lebih dulu menjadi KEK. Saat ini pihaknya sedang mematangkan zona-zona enclave dari KEK yang akan diterapkan di Batam.

Batam, kata Lukita, memiliki 24 kawasan industri dan 105 galangan kapal serta beberapa industri yang berdiri secara individual di luar kawasan industri. Sayangnya tidak banyak dari kawasan-kawasan tersebut dinyatakan siap bertransformasi menjadi KEK.

“Yang paling siap jadi KEK adalah Nongsa Digital Park karena kawasan itu sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari,” ujarnya.

Lukita mengatakan pengelola kawasan Nongsa Digital Park sudah berkeinginan kuat untuk penerapan KEK di kawasan tersebut.

(messah-ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *