Home / Politik / Lima Partai Pengusung Pecah
Ilustrasi

Lima Partai Pengusung Pecah

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Lima partai pengusung tak satu suara dalam pemilihan calon wakil gubernur (Cawagub) Kepri. Dua nama yang diajukan Gubernur Nurdin Basirun ke DPRD Kepri, yakni Isdianto dan Agus Wibowo, baru diterima bulat oleh Partai Demokrat dan NasDem.

“Selama ini kami tidak kenal dan tidak pernah menjalin komunikasi dengan AW (Agus Wibowo). Jadi, tidak mungkin kami akan memberikan rekomendasi kepadanya,” kata Ketua DPW PKB Provinsi Kepri Abdul Basyid Haz di Tanjungpinang, Kamis (2/3).

Basyid mengatakan, sebagai partai pengusung, PKB juga memiliki hak untuk mengusulkan cawagub. Penolakan PKB memberikan rekomendasi akan menimbulkan masalah. Pasalnya, salah satu syarat agar proses pemilihan cawagub di DPRD Kepri berlangsung adalah, cawagub mengantongi surat rekomendasi dari seluruh partai pengusung.

PKB, lanjut Basyid, memiliki kriteria dan standarisasi dalam memilih dan menunjuk cawagub untuk mendampingi Nurdin. Penunjukan figur tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan oleh partai yang merekomendasikannya kepada masyarakat Kepri. Ia menegaskan, PKB tidak akan ikut-ikutan mendukung dengan mengabaikan kepentingan dan keinginan masyarakat Kepri.

“Kami akan melihat kapabilitas dan kemampuan calon itu, bagaimana track recordnya, bermasalah atau tidak. PKB sama sekali tidak mengenalnya (AW), apalagi masyarakat. Kan ini akan menjadi tanda tanya,” ujarnya.

Basyid mengaku, setelah nama Agus muncul ke permukaan sebagai kandidat cawagub, PKB Kepri langsung melakukan rapat dengan seluruh pengurus dan membahas, mencari tahu sepak terjangnya.

“Semua pengurus PKB kepri tidak mengenalnya. Lalu apa urusannya kami mengusung dia. Menurut kami, menjadi seorang pemimpin harus bisa membuka komunikasi dengan semua pihak, dan harus diketahui masyarakat Kepri,” katanya.

Dalam tahapan pemilihan Cawagub Kepri, PKB menjagokan nama Isdianto dan Mustafa Widjaja. Dari lima partai pengusung, terdapat lima nama calon yang disodorkan kepada Nurdin Basirun. Mereka adalah, Isdianto, Agus Wibowo, Mustafa Widjaja, Rini Fitrianti dan Fauzi Bahar. Akhir Desember 2016, partai pengusung menggelar pertemuan di Batam. Hasilnya, Rini dan Fauzi tersingkir, dan menyisakan Isdianto, Agus dan Mustafa.

Setelah beberapa bulan, Gubernur Nurdin kemudian menyerahkan dua nama kepada DPRD Kepri untuk diproses dalam pemilihan Cawagub Kepri. Mereka adalah Isdianto dan Agus Wibowo. Isdianto diusulkan oleh kelima partai pengusung, sedangkan Isdianto jagoan Partai Demokrat. Hal inilah yang diduga memicu perpecahan di internal partai pengusung.

“Kami memiliki kader sendiri yang telah diusulkan yakni Isdianto dan Mustafa Widjaja. Mereka merupakan calon yang layak mendamping pak Gubernur,” tegas Basyid.

Basyid meminta Nurdin tidak mengambil keputusan sendiri, harus dimusyawarahkan dengan semua partai pengusung, agar ke depan tidak menimbulkan masalah. Jika partai pengusung tidak memberikan surat rekomendasi, maka proses pemilihan Cawagub Kepri tak akan terlaksana.

“Saya sudah komunikasi dengan semua pimpinan partai pengusung kecuali Demokrat. Dan ternyata mereka juga tidak menginginkan AW itu diajukan ke DPRD Kepri. Kita lihat saja nanti, apakah AW ini akan mendapatkan rekomendasi dari semua partai atau tidak. PKB tetap akan menolaknya,” kata dia.

Seperti Basyid, Ketua DPD PPP Kepri Syarafuddin Aluan mengatakan, partainya sudah memiliki calon sendiri untuk mendampingi Nurdin yaitu Isdianto dan Mustafa. Karena itu, partainya belum akan memberikan surat rekomendasi kepada Agus.

“Partai kami tentu menginginkan nama-nama yang diajukan ke DPRD itu adalah nama yang kami usulkan,” katanya.

Aluan menegaskan, dua nama cawagub yang diserahkan ke DPRD harus mengantongi surat rekomendasi dari lima partai pengusung. Untuk Isdianto, hal itu tak ada masalah lantaran semua partai mengusulkannya.

“Tapi untuk Agus Wibowo, belum tentu disetujui dan akan mendapatkan surat rekomendasi, termasuk dari partai kami,” katanya.

Baca Juga  DPRD Kepri Bentuk Pansus Tatib Pemilihan Cawagub

Ia mengingatkan semua pihak, jika proses pemilihan Cawagub Kepri tetap dilanjutkan di DPRD Kepri tanpa sesuai aturan, maka partainya akan menempuh proses hukum.

“Saya ingatkan, jangan sembarangan. Jika di kemudian hari ada gugatan, itu akan ditanggung gubernur. Saya berpesan agar Pak Gubernur mematuhi aturan, jangan ada yang dilanggar,” ujarnya.

Sekretaris DPD Gerindra Kepri Onward Siahaan mengatakan, semua partai pengusung memiliki sikap yang sama, yakni akan mempertahankan nama-nama yang diajukan partainya. Dalam pemilihan Cawagub Kepri, Gerindra mengusulkan nama Isdianto dan Fauzi Bahar.

“Kenapa harus menyetujui kader atau usulan partai lain, sedangkan partai sendiri memiliki calon sendiri? Kami mengusulkan Pak Isdianto dan Fauzi Bahar,” ujarnya.

Apakah Gerindra tidak akan memberi surat rekomendasi kepada Agus Wibowo? Menurut Onward, partainya masih membahas masalah ini.

“Kami rapatkan di internal partai. Untuk saat ini, kami belum bisa mengambil sikap apakah akan menolak atau memberikan rekomendasi itu. Apalagi sampai sekarang AW belum melakukan komunikasi politik dengan Gerindra,” ujarnya.

Menurut Onward, Nurdin Basirun seharusnya mengajukan dua nama cawagub ke DPRD Kepri berdasar persetujuan seluruh partai pengusung. Setelah semua satu suara, barulah Nurdin menyerahkan dua nama itu ke DPRD.

Onward berharap Nurdin dapat memfasilitasi pertemuan kelima partai pengusung untuk menyelesaikan masalah ini. Jika memang buntu, harus menempuh jalur voting (pemungutan suara) untuk menentukan dua nama yang akan diajukan ke DPRD Kepri.

“Kami, Gerindra, merasa belum dilibatkan dalam menentukan dua nama cawagub yang diusulkan ke DPRD Kepri,” katanya.

Sementara Agus Wibowo mengaku sudah siap mengemban amanah sebagai Cawagub Kepri mendampingi Nurdin Basirun. Saat ini, ia ia tengah mengurus surat tidak pailit dan tidak terlilit utang dari Pengadilan Niaga, Medan. Ia pun sudah membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri apabila ditetapkan sebagai calon resmi Cawagub Kepri oleh DPRD Kepri.

“Persyaratan lain sudah saya siapkan,” katanya di Bandar Seri Bentan, Kamis (2/3).

Agus mengaku juga sedang menjalin komunikasi politik dengan seluruh partai pengusung dan anggota DPRD Kepri, baik lewat pertemuan resmi maupun tidak. Ia yakin bakal terpilih sebagai Wakil Gubernur Kepri saat digelar pemilihan di DPRD Kepri.

“Sebagai sesama pengurus partai, juga anggota DPRD, wajar kalau kami sering ngopi bareng. Orang partai kalau ketemu orang partai biasa ngobrolnya langsung nyambung,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Bintan ini.

Sudah Matang

Sebelumnya, Gubernur Nurdin Basirun menegaskan penyerahan nama Isdianto dan Agus Wibowo ke DPRD Kepri sudah melalui pertimbangan yang matang. Ia menegaskan tak ingin mendapat masalah dalam proses pemilihan cawagub ini. Karena itu, sebelum menyerahkan dua nama ke DPRD, ia telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai partai pengusung hingga tokoh masyarakat Kepri.

“Saya tidak mau pemilihan cawagub ini bermasalah di belakang hari, baik di DPRD dan juga di antara partai pengusung. Jadi, ini tidak sembarang memilih. Saya juga pastikan tidak ada tekanan dari manapun juga. Ini murni usulan dan juga melalui pertimbagan yang matang,” tegasnya, Selasa (28/2).

Terkait sejumlah partai pengusung yang merasa tidak dilibatkan dalam penentuan dua nama cawagub yang diserahkan ke DPRD, Nurdin meyakinkan bahwa dua nama tersebut sudah berdasar kesepakatan bersama.

“Saya bahkan sudah meminta komitmen secara tertulis kepada masing-masing partai pengusung. Ini untuk menghindari adanya permasalahan, dan gugatan dari partai pengusung. Saya sudah bilang, saya tak ingin ada masalah soal pemilihan cawagub ini,” katanya.

About admin

Lihat Juga

Bawaslu Tanjungpinang Mengamankan Empat Alat Peraga Kampanye

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan empat alat peraga kampanye yang dipasang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *