Home / Budaya / Kumpulan Pantun Nasihat
Anjungan Kepulauan Riau di TMII

Kumpulan Pantun Nasihat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, [Batam] – Dibawah ini adalah Kumpulan Pantun Nasihat yang kami tulis dari berbagai sumber.

Sungguh indah pintu dipahat, Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan

Buat apa berbaju batik kalau Tidak pake selendang
Buat apa berwajah cantik Kalau tidak mau sembahyang

Serigala suka makan garam Dia makan pakai tiga moncong
Rumah kumuh sangat seram Karena ada banyak pocong

Air dan api slalu berlawanan Langit dan bumi adalah berjauhan
Kalau hati penuh kedengkian Siapalah orang yang akan mau berteman

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang
Kalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang

Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Kehulu sungai gunakan rakit Dari bambu diikat kuat
Bila ucapku buatmu sakit Maaf darimu sangat kuharap

Beli lemari yang sudah diukir Ukirannya bagus dari daerah Magetan
Hidup di dunia janganlah kikir Orang kikir itu temannya SETAN

Pergi ke pasar beli bawang Beli bawang tidak pakai kulit
Hati hati lah jadi orang jadi orang janganlah suka pelit

Belatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang
Kalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang

Kera di hutan terlompat-lompat Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat Dilaknat Allah dunia akhirat

Kapas dipintal menjadi benang Untuk dibuat si kain kafan
Bila jamuan kurang berkenan Mohon maaf kami ucapkan

Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh Minta doa kepada Tuhan

Kemuning di dlam semak Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya

Pergi Haji ke Kota Mekah.. Jangan Lupa bawa Kedondong..
Orang yang Rajin sedekah. . Insya aLLoh masuk Surga dong..

Pak gani sedang merawat sapi. banyak sapinya hanya ada empat.
Mari bershalawat kepada nabi. semoga kita Di beri syapaat

Ada Tukang kayu membuat Peti Peti yang bagus berbahan kayu jati
Mari bersihkan diri dan sucikan hati Jauhkan sifat dengki serta iri hati

Baca Juga  Tuhfat al-Nafis, Rujukan Penulisan Sejarah Melayu

Sungguhlah manis si buah nangka Makannya hati-hati karena ada getahnya
Jauhkan diri untuk berburuk sangka Buruk sangka itu tdak baik akibatnya

Ada Anak gembala mncari rumput Tak peduli Panasnya terik disiang hari
Apabla malaikat IZRAIL dtang mnjemput Kmanakah tmpat kta akan berlari

Pergi kepasar membeli itik pulang nya sambil beli gergaji
Buat apa punya pacar cantik kalau tidak pernah sering mengaji

Anak ayam turunnya lima Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama Supaya hidup tidaklah sesat

Harimau belang turun sekawan Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan Barulah sempurna segala fardu

Nyiur mudah luruh setandan Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan Kita dibawah kehendak

Dua tiga empat lima enam tujuh lapan sembilan
kita hidup takkan lama Jngan lupa siapkan bekalan

Terang bulan tarang bercahaya Cahaya memancar ke tanjung jati
Jikalau hendak hidup bhagia Beramal ibadah sebelum mati

Anak ayam turun lapan Mati Seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan Supaya terang jalan seluyuh.

Daun terap di atas dulang Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang Yang haram janngan dicoba.

Bunga kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombbong dan takabur Rusak hati badan binasa

Burung pelatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pohon
Hidup mati ditngan tuhan Kepada Allah kita bermohon.

Sayang sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakan
Mnusia hanya boleh merancang Kuasa Allah Menentukan

Kalau tuan pergi ke tuban Singgah semalam di Daka
Shalat itu perintah Tuhan JIKA INGkaR masuk Neraka

Asam kandis asam gelugur Asam nukleat asam sulfat
Menangis dipintu kubur Teringat badan tidak shalat

Orang barat pergi mengaji Ke braga jalan ke panti
Meninggalkan shalat jadi berani Seperti raga tak akan mati

Kelapa tua dibelah belah Sudah dibelah lalu dikukur
Sungguh banyak nikmat Allah Sifat mulia pandai Bersyukur

 

Apakah pantun nasehat di atas dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan moral yang tepat? Ataukah kamu memiliki pantun nasehat milikmu sendiri. Berikan komentarmu terhadap artikel ini dan jangan lupa untuk membagikan linknya kepada orang yang kamu kenal.

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Ilustrasi : Tari Persembahan

Tari Persembahan Kebanggan dan Ikon Bangsa Melayu di Riau dan Kepulauan Riau

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Tari persembahan merupakan salah satu tarian yang menjadi kebanggaan dan icon seni masyarakat melayu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *