Home / Wisata / Kuil Pa Auk Tawya Pulau Rempang Barelang
Gerbang Pa Auk Twya

Kuil Pa Auk Tawya Pulau Rempang Barelang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, [Batam] – Batam adalah kota yang pesat kemajuannya, selain tempat industri elektronik, kini sudah menjadi lokasi wisata bahari. Jembatan Fishabilillah atau biasa orang menyebut jembatan 1 Barelang, adalah tempat dimana lokasi wisata yang indah untuk di kunjunhi, ketika kamu datang ke kota Batam. Ada 6 pulau yang di hubungkan oleh jembatan yang di bangun oleh pemerintahan BJ Habibie ketika itu.

Ada banyak pantai dan tempat sejarah disana. Belakangan banyak pantai yang di temukan dan menjadi viral di medsos. Ada pulau labun di jembatan 6, Baca disini. Bahkan ada pulau Abang yang sedang berkembang tempat wisata snorklingnya dan ada pelabuhan rakyat dimana banyak pompong yang akan mengantarkan kita ke pulau Abang dan pulau-pulau lainnya. Baca juga Berlayar lagi dengan MV Sea View dibatam

Pa Auk Tawya Hermitage ramai jadi pembicaraan orang, baik photonya yang tersebar di medsos, mengundang orang-orang yang menyukai keindahan untuk datang berkunjung.

Bertempat di Pulau Rempang, Pa Auk Twya ini berada. Sebelah kiri jalan jika akan menuju ke Pulau Galang. Ada sebuah gazebo yang di design unik dan menarik tepat didepan arah jalan masuk menuju Pa Auk Tawya. Guys sekarang untuk datang kesini tak bisa sembarangan lagi. Karena harus di tutup ketika mereka melakukan ritual sembayang.

Untuk sampai dan masuk kedalam tempat Pa-Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage, uh apaan artinya. Tempatnya cukup jauh dan jalan masuknya harus melalui hutan, serta jalanan tanah. Apa lagi ketika mendekati lokasi Vihara, jalannya cukup curam dan kondisinya agak buruk. Jika hujan datang kemungkinan licin dan berlumpur. Bersyukur ketika hujan tadi di rumah, ternyata di tempat itu tidak hujan. Jadi jalan tanahnya masih kering.

Lokasi bangunan itu berada di atas bukit, di sekitar kebun sayur dan buah di dalam hutan. Menarik karena berada di atas, sehingga pemandangan sekitar tampak hijau serta disisi lain juga ada pemandangan laut dengan beberapa pulau. Ada 196 anak tangga yang mengantar langkah kita sampai di sebuah bangunan yang konon tempat untuk bermeditasi.

Tidak ada penjaga atau pengurus yang terlihat disana, sehingga tidak tau harus bertanya pada siapa. Sepi dan tertutup, terlihat di dalam bangunan bentuk segi empat itu kosong. Hanya terlihat seorang wanita duduk dengan kelambu kecil yang hanya cukup untuk seorang, lalu ada kipas angin di dekatnya yang sedang bermeditasi sendirian. Kita berphoto dan merekam keindahan sekitar yang membentang luas dan jauh dari tempat yang tinggi.

Terus berjalan mengikuti jalanan setapak dengan kiri kanan di tanami bunga-bunga. Lalu banyak juga pohon mangga, wah kalau berbuah dan lagi musim mangga, boleh enggak ya di petik mangganya. Terus berjalan maka akan menemukan gazebo dengan sebuah patung Budha lumayan besar yang mengarah ke rumah meditasi. Ada beberapa anak tangga menuju ke gazebo tersebut. Disinilah tempat terbaik berphoto dengan terlihat pemandangan sekitar dan rumah meditasi. Seperti photo di bawah ini.

Baca Juga  Daya Tarik Patung Budha Emas Maha Vihara Duta Maitreya

Sedikit jalan menanjak adalagi lokasi yang mana terlihat keindahan di sisi yang lain. Terlihat pemandangan lautan dan beberapa pulau. Disana juga ada sebuah rumah yang di atasnya ada di bentuk seperti bangunan Candi di Borobudur. Di empat sudutnya lalu di tengah dengan ukuran yang lebih besar dari yang di sudut. Seperti pada gambar.

Disana kita bersantai sambil menikmati pemandangan dan ngobrol ringan, namun terusik oleh anak-anak muda yang berphoto sambil melompat. Kekinian sih, tapi itu lokasi bukan tempat wisata bebas tapi tempat ibadah. Dimana harus di jaga etika dan harus tau dimana kita berada. Akhirnya kita undur diri dari tempat itu.

Kita menuju kebun buah naga, dan ketika di perjalanan terlihat kebun ilalang yang menarik perhatian. Kita singgah dan meminta izin pada penghuni sebuah pondok. Seorang ibu menyapa sambil bertanya “mau kemana” karena kita memasuki wilayah mereka. “Mau numpang berphoto di ilalang bu” jawab kita sambil singgah ngobrol sebentar. Si ibu berkata bahwa sering orang datang dan singgah hanya sekedar berphoto, kadang ada juga yang photo prewedd di situ. Wah pasti seru tuh photo prewedd di sana. Kita pun enggak mau kalah ckrek ckrek. Dan di bawah inilah hasilnya.

Lanjutkan perjalan setelah bergantian photo di kebun ilalang. Sampai di tempat kebun buah naga, disana ada warung makan dimana ada bakso, dan olahan buah naga seperti keripik buah naga, manisan kulit buah naga dan tentu jus buah naganya. Aku melihat dua orang wanita sedang memotong kulit buah naga, lalu iseng dan bertanya
“itu untuk apa”,
“mau di buat manisan seperti itu” jawab mereka. Sambil menunjuk bungkusan kecil di dekatku.
“Oh bisa dibuat manisan” tanyaku lagi.
“Bisa tapi prosesnya panjang, direndan dengan air garam selama 2 hari, lalu di rebus dan di masukan ke air gula” penjelasan singkatnya.
Kita duduk santai di sana sambil menikmati bakso dan jush buah naga. Dari warung itu kita bisa melihat kebun buah naganya, tapi belum terlihat ada buahnya.

Menurut yang jaga disana. Buah naga ini tidak tergantung musim, buah naga ini bisa berbuah sepanjang tahun. Dari berbunga sampai masak dan bisa di petik, hanya berumur 40 hari. Luas lahan ada sekitar 7 hektaran keseluruhannya, tapi yang di tanami buah naga hanya 4 hektaran, sisanya ada juga pohon jambu kristal atau jambu biji. Hari mulai gelap dan kita pun pulang. Yuk kita kemana lagi.(asih)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Perwakilan Kepri Mendapat Penghargaan di AKBN

HANGTUAHNEWS.CO.ID,  Bintan – Sanggar Seni Sang Nila Utama Kabupaten Bintan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *