Home / Pendidikan / Konkernas V PGRI 2018 Sukses Memuat Tuntutan Guru
Mendagri dan Gubernur Kepri serta foto bersama usai pembacaan deklarasi anti radikalisme.

Konkernas V PGRI 2018 Sukses Memuat Tuntutan Guru

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Konferensi Kerja Nasional (KONKERNAS) V PGRI 2018 yang berlangsung selama 4 hari, 1-4 februari 2018, di Pacific Hotel, jodoh, Batam sukses muat semua tuntutan guru se indonesia.

Acara pembukaan digelar jumat (2/2/18), hadir Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, SH, Gubernur Kepri DR. H. Nurdin Basirun, S. Sos, M. Si, ketum PB PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd, ketua PGRI propinsi Kepri, Drs. Huzaifah Dadang, AG, M. Si, ketum PGRI kota batam Rustam Effendi, SE, M. Si, kadisdik kota Batam, Drs. Muslim Bidin, MM, ketua LAM Batam H. Nyat Kadir, anggota DPD RI, Drs. H. Hardi Selamat Hood, M. Si, anggota DPRD Kepri Jumaga Nadeak, SH, ketua DPRD kota Batam Nuryanto, ketua dewan pendidikan Sudirman Dianto, S. Hi, kakankemenag kota batam Drs. H. Erizal Abdullah, M. H., kapolresta Barelang, jajaran FKPD, bupati se kepri, dan 2000-an anggota PGRI se indonesia. Hadir pula mantan mendikbud RI Wardiman Djojonegoro.

Dalam sambutannya, Nurdin berpesan agar pendidikan semakin terdepan, untuk mengejar tuntutan kemajuan jaman. Diteruskan dengan penandatanganan MOU antara PGRI dengan APKASI dan PT. Sri Wijaya Air.

Di kesempatan sambutan, Unifah mengatakan bahwa di konkernas V PGRI kali ini betul-betul akan memuat semua keluhan dan tuntutan guru, diantaranya tidak dibebaninya segala peraturan dan hal administrasi kepada guru, tunjangan profesi guru diberikan tepat waktu, serta rekrutmen pasca PNS secara bertahap guna memenuhi kekurangan tenaga guru dengan mengutamakan guru honor, GTT, yang mempunyai syarat kualifikasi dan kompetensi berbasis meritokrasi dan sudah lama mengabdi.

Dilanjutkan dengan deklarasi anti radikalisme yang dibacakan oleh Rustam Effendi, diikuti oleh seluruh ketua PGRI se indonesia. Sementara itu, dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo meminta agar pemerintah daerah menyisihkan anggaran daerahnya untuk guru, serta meminta agar gurupun turut mensukseskan pemilihan pimpinan baik daerah maupun negara dengan konsisten karena PGRI pun termasuk ormas di indonesia yang turut wajib membangun negara dengan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku. Dilanjutkan dengan pertukaran plakat antara PGRI, Mendagri dan Gubernur Kepri, dan Konkernas dibuka dengan pemukulan gong oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo. Sementara itu dalam konkernas, sehubungan dengan kasus terbunuhnya seorang guru di Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono, pun jadi bahasan. Sehingga sabtu (3/2/18), dihasilkan perumusan sebagai berikut : Mendikbud Muhadjir Effendi dalam menjawab tuntutan PGRI diantaranya adalah : 1) Pemerintah akan mengangkat Guru PNS secara bertahap dengan rumus jumlah pensiun + 50 % kurang lebih 100.000 s.d 150.000 guru per tahun. 2) Kewajiban memgajar Guru tetap 24 jam perminggu tetapi bukan hanya tatap muka mengajar, melainkan diekuivalensi dengan tugas tambahan lain, misal menjadi pembina siswa, 3) Beban kerja 8 jam perhari dengan 5 Hari kerja. 4)Tunjangan Profesi Guru pengawas, tidak dipotong apabila guru ijin sakit hingga 14 hari, 5) Kepala sekolah dan pengawas sekolah, tidak ada kewajiban mengikuti diklat untuk mendapatkan NUKS/NUPKS. 6) Pengawas dan kepala sekolah direncanakan jadi pegawai pusat, 7) SIM PKB hanya untuk pendataan anggota KKG,MGMP, KKS, tidak ada hubungannya dengan TPG sama sekali. 8) Guru honorer Ahmad Budi Cahyono, dipertimbangkan diangangkat PNS istimewa dan menjamin pendidikan anaknya hingga PT.

Hal lainnya Muhadjir menyatakan tugas guru adalah mendidik, mendidik, mendidik dan mengajar. Artinya para guru punya porsi dominan dalam mendidik anak dibanding mengajar. Kompetensi pedagogik guru harus lebih kuat dan melekat pada setiap guru. Berkaitan istilah kepala sekolah sudah bukan guru yang mendapat tugas tambahan lagi melainkan memiliki tugas khusus sebagai manajer sekolah. Kepala sekolah adalah bagian dari penentu suksesnya masa depan pendidikan Indonesia. Kepala sekolah tidak kembali menjadi guru tetapi bisa ditugaskan ditempat lain untuk pemerataan kualitas pendidikan. Bila para kepala sekolah baik maka separoh pedidikan kita sudah baik. Berkaitan peningkatan layanan bakat peserta didik maka akan segera diadakan sejenis Liga Sepakbola Nasional jenjang SMP. Anak berbakat harus dilayani dan dibina sejak dini agar lahir generasi berprestasi dikemudian hari.

Konkernas ditutup sabtu (3/2/18) malam oleh wakil walikota Batam, Amsakar Achmad, S. Sos, M. Si. (dianHP)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

UN 2018 Diikuti 15.380 Siswa SMP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pekan depan siswa kelas IX SMP akan menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *