Home / Pendidikan / Konfernas IV PGRI, PGRI Mesti Tetap Solid
Sambutan Mendikbud RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy sekaligus membuka resmi Konfernas IV PGRI

Konfernas IV PGRI, PGRI Mesti Tetap Solid

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pengurus Besar Nasional PGRI sukses menggelar Konferensi Kerja Nasional (Konfernas) IV nya, jumat (27/1) hingga minggu (29/1), bertempat di hotel Adi Mulia Medan. Dalam acara tersebut, hadir menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP yang membuka secara resmi konfernas IV, perwakilan anggota PGRI dari 34 provinsi se-Indonesia, masing-masing provinsi diwakili 7 orang pengurus inti, antara lain ketua, wakil, sekretaris, dan utusan dari kabupaten/kota. Rombongan dari Batam sendiri berjumlah 40 orang, sebagian adalah peserta, sebagian lagi meninjau.

Rahip, S.Pd, sekretaris II PGRI kota Batam ditemui Hangtuah Pos, kamis (2/2) mengungkapkan agenda konfernas ke IV tersebut antara lain, pertama, evaluasi kegiatan PGRI selama setahun berjalan pada tahun 2016 lalu. Agenda kedua, pemilihan ketua umum definitif Pengurus Besar PGRI, terpilih ibu Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menggantikan ketum lama kepengurusan tahun 2013-2018 yang wafat, Dr. Sulistyo, M.Pd. Agenda ketiga menunjuk dan menentukan tempat konfernas V tahun 2018.

“Sebetulnya istilah konfernas V itu tidak ada, mestinya adalah kongres PGRI untuk kepengurusan PGRI tahun 2013-2018 hanya karena untuk penyelarasan organisasi dengan pilkada serentak tahun 2019, maka kongres diundur ke tahun 2019. Konfernas sendiri berlangsung setiap tahun selama kepengurusan PGRI,” kata Rahip. Tempat Konfernas V yang disepakati akan digelar di Kepri. “Kemungkinan kalau tidak di Tanjungpinang atau di Batam, nanti akan dibicarakan lagi di rapat internal PGRI provinsi dan kota,” imbuh Rahip.

Suasana rapat Konfernas IV beberapa hari lalu

Usai dilantik, kata Rahip, ketua PB PGRI yang baru Unifah memberikan arahan intinya menguatkan organisasi PGRI. “Bahwa PGRI adalah organisasi profesi yang mana disejajarkan dengan IDI dan organisasi profesi lainnya, maka seorang guru tidak bisa serta merta dipolisikan oleh orang tua atau masyarakat yang notabene seandainya melakukan hal berbau kekerasan yang sifatnya mendidik bukan menganiaya, bukan berarti serta merta pula kita sebagai guru bisa seenaknya sendiri menghukum siswa, sebagai seorang profesional kita dituntut untuk melakukan atau mendidik secara profesional juga, dan diharapkan seluruh anggota organisasi tetap solid. Banyak organisasi guru yang lain bermunculan, sebagai hingga diharapkan sebagai organisasi tertua dan matang di Indonesia, PGRI mesti tetap solid dan bermartabat dan bisa melindungi anggotanya, saya sendiri berharap dengan soliditas dan solidaritas guru PGRI yang ada di kota Batam bisa lebih berkembang dan menjadi organisasi profesi yang mempunyai harkat dan martabat di mata masyarakat,” ulasnya. (dian)

Baca Juga  HUT Ke 72 PGRI Dimeriahkan Lomba Olah Raga, Seni, Pop Yeye Dan Stand Up Komedi

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

UN 2018 Diikuti 15.380 Siswa SMP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pekan depan siswa kelas IX SMP akan menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *