Home / Budaya / Keunikan Bahasa Indonesia di Dunia

Keunikan Bahasa Indonesia di Dunia

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Bahasa ke-2 di Vietnam. Pemerintah daerah Ho Chi Minh City, Vietnam menggunakan bahasa Indonesia (BI) menjadi bahasa ke-2 secara resmi sejak 2007, sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang, yang diprioritaskan. Beberapa perguruan tinggi di negara itu mengadakan lomba dalam BI seperti lomba esei tentang Indonesia, pameran kebudayaan di Universitas Hong Bay, Universitas Nasional HCMC dan di Universitas Sosial dan Humaniora, yang membuka studi BI.

Dipelajari Sekitar 45 Negara. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Deplu, Andri Hadi mengemukakan pada pleno IX BI, yang membahas BI sebagai media diplomasi dalam membangun citra Indonesia, beberapa waktu lalu. “Saat ini ada sekitar 45 negara yang membuka studi BI, seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Vietnam dan lainnya. Di Australia, BI menjadi bahasa populer ke-4 dan ada di 500-an sekolah yang menggunakan BI,” kata Andri. Bahkan lanjutnya, ada siswa-siswa kelas 6 SD sudah bisa berbahasa Indonesia.

Wikipedia Bahasa Indonesia menduduki peringkat ke-26 di dunia dan terbesar ke-3 di Asia. Menulis ensiklopedia bebas di internet semakin digemari. Indonesia peringkat ketiga setelah Wikipedia berbahasa Jepang dan Mandarin (Cina). Indonesia diperingkat ke-26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Dosen Information CommunicationTechnology (ICT), Ivan mengatakan Wikipedia Indonesia terus tumbuh pesat. Sementara menurut Revo AG Soekatno pengurus Wikipedia Indonesia, mengatakan ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia memiliki 69.000 artikel dengan kontributor aktif 30 orang, termasuk pengurusnya 14 orang.

BI Bahasa ke-3 Terbanyak di WordPress. Fakta, bahwa setelah Spanyol, BI adalah bahasa yang menempati urutan ke-3 yang paling banyak digunakan dalam posting-posting WordPress dan Indonesia adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog tersebut. Tercatat dalam enam bulan terakhir 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dengan 117.601.633 kunjungan melalui 40 konten, dan diprediksi akan terus meningkat signifikan.

BI dan Musik Indonesia di Kirim ke Luar Angkasa. Melalui satelit Voyage (wahana antariksa tanpa awak), yang diluncurkan pada 1977, ternyata juga mengirim BI dan Musik asli Indonesia ke luar angkasa bersama bahasa-bahasa dan musik dari berbagai negara di dunia (55 bahasa di dunia). Satelit yang digerakkan dengan tenaga nuklir itu diharapkan mampu mengirim data ke bumi hingga 2025 (48 tahun setelah diluncurkan) sebelum pasokan listriknya habis dan tidak lagi beroperasi. Voyage membawa piringan tembaga berlapis emas yang berisikan suara, gambar, yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman mahluk hidup di planet bumi yang ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia bumi di masa depan yang mungkin akan menemukannya.

Carl Sagan dari Universitas Cornell yang juga selaku ketua tim NASA telah mengumpulkan 115 gambar, rekaman suara-suara alam seperti suara ombak, angin, petir, binatang (termasuk ikan paus), suara musik dari berbagai budaya dan era serta ucapan salam dalam 55 bahasa di dunia, termasuk tentu saja BI. yang direkam dalam piringan emas tersebut dalam bentuk analog dan berupa audio yang dirancang bisa dimainkan pada kecepatan 16 2/3 putaran per menit di mulai dalam bahasa Akkadia dan diakhiri dalam bahasa Wu (bahasa minoritas di China). Sementara musik-musik pilihan dengan total masa putar 90 menit mulai dari musik klasik dari timur dan barat. Dari Indonesia adalah musik dan lagu Puspawarna (Beragam Bunga) gamelan Keraton Pura Paku Alaman pimpinan KRT Wasitodipuro, rekaman Robert E. Brown dengan durasi 4:43.

Adapun pesan tercatat dari Presiden Amerika Serikat dan Sekjen PBB (saat itu Jimmy Carter dan Kurt Waldheim) pada saat peluncuran Voyage, 16 Juni 1977, sebagai berikut : “Kami mengirimkan pesan ini kepada seluruh alam semesta. Yang terdiri dari 200 miliar bintang di Galaksi Bima Sakti, beberapa-mungkin banyak-diantaranya mungkin mempunyai planet yang didiami oleh peradaban yang bisa melakukan perjalanan ke angkasa luar.Bila salah satu diantaranya bisa bertemu dengan Voyager dan mampu mengerti isi dari rekaman ini. Inilah pesan dari kami. Kami semua berusaha untuk mempertahankan keberadaan kami, sehingga kami bisa hidup bersama-sama dengan kalian. Kami harap suatu hari nanti kami bisa menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, untuk ikut bergabung dalam sebuah komunitas peradaban Galaksi. Piringan emas ini mewakili harapan, kebulatan tekad, serta niat baik dari kami dalam alam semesta yang luas dan amat menakjubkan …” (lp)

About admin

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *