Home / Daerah / Batam / Kerjasama Ekonomi Wisata Budaya dan Adat Se-ASEAN

Kerjasama Ekonomi Wisata Budaya dan Adat Se-ASEAN

“Kongres Marga Tionghoa Se-ASEAN ke-VIII (The 8thASEAN Chinese Clans Conference – ACCC VIII) dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) ke-XV di Swiss Bell Inn Hotel – Batam”

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam  Sedikitnya seribu undangan hadir di Kongres Marga Tionghoa ke VIII (The 8th ASEAN Chinese Clans Conference – ACCC VIII) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) ke XV yang diselenggarakan dan dilaksanakan oleh panitia di Hotel Swiss Bell Inn, Nagoya, Batam tanggal 19 – 20 Oktober 2016. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan – perwakilan beberapa negara seperti China dan negara – negara ASEAN, acara tersebut dijadikan tempat untuk mempererat persaudaraan, silaturahmi antar marga tionghoa.

Ketua Panitia Kongres, Phillip Wijaya mengatakan dalam sambutannya, ” Negara anggota ASEAN, terutama Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa digali, seperti bidang ekonomi dan budaya. Dengan melestarikan budaya sendiri, maka bisa memperkaya budaya dan adat yang telah ada di tiap – tiap negara se-ASEAN.”

Lebih lanjut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI), David Herman Jaya mengatakan bahwa Kongres Marga Tionghoa ini merupakan suatu kebanggaan dan kepercayaan yang luar biasa Indonesia. Terutama untuk Batam yang di percayakan sebagai tuan rumah kongres. Dia juga mengingatkan kepada setiap anggota marga tionghoa untuk memahami setiap perbedaan adat dan budaya antar bangsa. Kekayaan budaya tersebut tentunya harus tetap dijaga hingga bisa diwariskan ke anak cucu di masa yang akan datang. Dengan diberikannya hak sebagai warga negara dan menjadikan marga tionghoa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, maka ia meminta marga tionghoa agar berperan serta dalam membantu pemerintah Indonesia untuk memakmurkan negeri.

Dalam kongres marga tionghoa yang ke VIII tersebut, juga dihadiri oleh duta besar Indonesia untuk negara – negara ASEAN, Rahmat Pramono. Ia menambahkan apa yang telah disampaikan ketua umum PSMTI bahwa karena marga tionghoa sudah mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga pribumi lainnya maka marga tionghoa sudah setara dengan WNI. Ia juga berharap marga tionghoa dapat berbaur dan menyatu dan turut serta membangun negara Indonesia tercinta. Oleh karena itu, hendaklah acara Kongres marga Tionghoa tersebut dimanfaatkan untuk membangun kerjasama yang bersinergi antar marga tionghoa se-ASEAN untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antar negara ASEAN kedepannya.

Ditempat berbeda (Jakarta), pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak ingin melewatkan kesempatan dalam hal meningkatkan potensi kedatangan wisatawan dengan mendukung acara Rakernas dan Kongress tersebut. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana mengatakan ”Kegiatan ini merupakan pertemuan marga tionghoa Indonesia yang terdiri dari kalangan entrepreneur dan pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Mereka berpotensi mendatangkan banyak wisatawan, karena jumlah dan sebarannya sangat besar dan di mana-mana di seluruh dunia. Pertemuan keluarga dari marga tionghoa Indonesia dan konferensi marga tionghoa se-ASEAN ke VIII (The 8th ASEAN Chinese Clans Conference – ACCC VIII) itu sebenarnya aktivitas MICE yang bisa besar dan tiap tahun ada. Sebagai MICE, kita punya banyak destinasi yang siap dengan kapasitas convention hall besar, seperti Bali Nusa Dua, Jakarta JCC dan Batam. Tentunya yang paling utama bagi kami, kegiatan ini sekaligus untuk mempromosikan Great Batam sebagai destinasi wisata yang memiliki akses ke Singapore dengan mudah.”

Baca Juga  Forum Anak Batam Perkenalkan Kembali Permainan Tradisional

Asisten Departemen Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handiyani menambahkan, konferensi marga tionghoa se-ASEAN Ke-8 yang mengangkat tema “Forward Chinese Clans for Strengthening ASEAN Cooperation” merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh ASEAN Chinese Clans Association (ACCA) yang bermarkas di Bangkok, Thailand. Acara tersebut bertujuan mensinergikan dan menguatkan peran marga tionghoa se-ASEAN dalam memajukan kawasan. Kegiatan akbar ini tidak saja menjadi ajang pertemuan marga-marga tionghoa se-ASEAN, namun juga akan dihadiri oleh 300 orang peserta dan peninjau yang berasal dari beberapa negara yaitu Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Kanada, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan Australia yang akan didampingi oleh delegasi marga tionghoa dari Indonesia.”

Rizki Handiyani menambahkan, penyelenggaraan kegiatan konferensi marga tionghoa ke – 8 ini merupakan bukti besarnya kepercayaan asosiasi marga tionghoa internasional terhadap Indonesia. Berdasarkan data perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Januari – Agustus 2016, jumlah wisman asal Great China (Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong) sudah sebanyak 1,179,676 orang dan berkontribusi besar terhadap upaya pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia di 2016 sebesar 12 juta wisman. Diharapkan dengan suksesnya kegiatan konferensi marga tionghoa ke – 8 ini akan terjadi kontak dan kontrak bisnis antara para pengusaha Indonesia dengan para delegasi konferensi dari mancanegara untuk berinvestasi di Indonesia. Disamping itu diharapkan budaya dan destinasi wisata Indonesia, khususnya di Great Batam, akan semakin dikenal di kalangan entrepreneur dan pengusaha tionghoa di mancanegara. Sehingga nantinya dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan usaha pariwisata sehingga memberikan dampak positif secara ekonomi kepada masyarakat sekitar.”

Menurut Arief Yahya, menteri pariwisata, wisman Tiongkok semakin banyak ke Indonesia dan saat ini nomor satu, menggeser jumlah wisman Singapore yang bertahun-tahun nomor satu ke Indonesia. Bahkan Tiongkok juga sudah menggeser Australia di pulau Bali. Tentu ini kecepatan yang luar biasa, karena mereka punya 120 juta orang outbound, atau sekitar 10 juta orang pergi ke luar negeri dalam sebulan. Angka yang cukup signifikan. Dan di seluruh dunia, mereka adalah turis terbesar saat ini.” ** (sw-pkn)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *