Home / Daerah / Batam / Kemampuan Pengawas Sekolah Akan Diukur Dari Hasil Postest
Kepala P4TK Penjas dan BK Bogor, Dr. Mansur Fauzi, SE, M. Si saat memberikan sambutan bersama dan para narasumber P4TK Penjas BK yang tampak hadir di pembukaan kegiatan PKB Pengawas sekolah se Kepri (foto:DianHT)

Kemampuan Pengawas Sekolah Akan Diukur Dari Hasil Postest

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Untuk meningkatkan kemampuan pengawas sekolah di wilayah propinsi Kepri, Kemendikbud Nasional melalui lembaga P4TK penjas dan BK Direktorat jenderal Guru dan tenaga kependidikan Bogor gelar program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi pengawas sekolah propinsi kepri yang dilaksanakan di hotel golden view batam, tanggal 1-7 desember 2017.

“Adapun hadir 4 narasumber dari P4TK Penjas dan BK pada acara pembukaan PKB pengawas tersebut, antara lain Dr. Mansur Fauzi, SE, M. Si selaku kepala P4TK Penjas dan BK Bogor, Dr. Sigit Wibowo (Kepala bidang program dan informasi P4TK Penjas BK), Abdul Munir, S. IP, M. Pd (kepala seksi penyelenggaraan P4TK Penjas BK) dan Lukmana Yuda AP, S. Sos (staf seksi penyelenggaraan P4TK Penjas BK), dan jumlah peserta PKB pengawas sekolah yang diundang sebanyak 55 orang se-kepri. Dalam kesempatan sambutannya sebelum membuka pelaksanaan PKB, jumat (1/12/17), Mansur Fauzi mengatakan kegiatan diklat PKB tersebut dilaksanakan semata agar pengetahuan tentang supervisi kepengawasan para pengawas sekolah bertambah dengan mempelajari materi yamg diberikan oleh para widya swara (narasumber yg memberikan materi diklat pengawas sekolah).

“Nantinya ada ujian dan penilaian untuk mengukur materi yang diberikan apakah terserap dengan baik atau tidak, bentuknya adalah postest, dasarnya adalah melihat dari hasil nilai UKG, setelah ikut diklat dan latihan ini nilai UKG dari tahun lalu misal dapat 8, tahun depan bisa bertambah menjadi 9 atau 10, dan postest akan dilakukan di jakarta (bogor), kita akan undang bapak ibu pengawas sekalian ke sana untuk mengikuti postest, diharapkan kemampuan peserta mengenai kepengawasan meningkat diukur dengan postest, bila bisa mendongkrak kompetensi pengawas, maka diklat dinyatakan berhasil, “ujar Mansur.

Usai membuka kegiatan, kepada pers, Mansur memberikan keterangan bahwa pelaksanaan PKB pengawas sekolah yang digelar selama 7 hari tersebut adalah PKB untuk pengawas sekolah SD dan SMP, sedangkan untuk pengawas SMA telah digelar pertengahan tahun lalu. Ia menjelaskan tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan supervisi bagi pengawas sekolah dalam menunjang tugas-tugas para pengawas sehari-hari.

“Peningkatan kemampuan itu bisa diukur dari hasil postest yang akan dilaksanakan kurang lebih 12 hari setelah diklat ini, “terang Mansur.

Pelaksanaan diklat, imbuh Mansur, meliputi In service learning 1 (IN-1), yang berlangsung saat itu, yakni tanggal 1 – 7 desember 2017, disambung dengan On the job learning tanggal 8 – 17 desember 2017 di tugas masing-masing peserta, Kemudian pendampingan OJL tanggal 12 – 14 Desember 2017 di komunitas PS, terakhir In Service Learning 2 (IN-2) tanggal 18 – 20 desember 2017 yang dilaksanakan di kantor P4TK Penjas dan BK di Bogor. Mansur mengatakan kemampuan yang dinilai adalah kemampuan pedagogik, profesional dan supervisi. Ia juga menyebutkan bahwa selama ini menteri keuangan RI, Sri Mulyani melihat bahwa anggaran negara 20% yang disubsidikan untuk pendidikan masih belum memberikan kontribusi yang cukup terhadap kualitas pendidikan itu sendiri, sehingga ia (Sri Mulyani-red) menginginkan peningkatan kualitas anak didik harus diawali terlebih dulu dengan peningkatan kualitas guru, kepsek dan pengawas sekolahnya.

Mansur melihat kurang mengena sasarannya anggaran pemerintah untuk kualitas pendidikan itu disebabkan etos kerja masing-masing pihak yang kurang, birokrasi di lingkungan PNS, serta perbedaan otonomi di masing-masing daerah. Namun Mansur mengatakan semua kembali kepada masing-masing individu atas peningkatan diri pribadi sebagai wujud kesadaran akan pentingnya kualitas pendidikan. Terakhir Mansur menjelaskan lingkup pembinaan pelatihannya mencakup 4 wilayah di indonesia, antara lain Sumatera selatan, Aceh, Kepri dan Banten. Ia meminta semua pihak yang diundang ke acara diklat bisa hadir sehingga bisa tersampaikan dan tercapai apa yang ditargetkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bagi yang tidak hadir, ia menegaskan perlunya teguran atau sanksi kepada peserta diklat dari dinas pendidikan terkait. (dianHP)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *