Home / Pendidikan / Kekurangan Guru Agama Kristen, Setya Mengajar Di 3 Sekolah

Kekurangan Guru Agama Kristen, Setya Mengajar Di 3 Sekolah

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menjadi tenaga pengajar yang harus merangkap mengajar di beberapa sekolah karena kekurangan tenaga guru tidaklah hal mudah. Dan itu yang mesti dijalani oleh Setya Murni Ginting, M.Pd, guru agama kristen lulusan Medan kelahiran 4 maret 1970. Dikisahkannya pada hangtuah pos sabtu (3/9) tahun 1999 ia mulai mengajar di SMA dan SMP Kartini hingga tahun 2001 mengajar agama kristen. “Saya PNS tahun 2000, saat masih mengajar di Kartini, saya juga sudah ditarik ke SDN 010 Bengkong, waktu itu disini masih 3 kelas, dan sekolah masih sebagian rawa-rawa, tahun ini 2016 saya mengajar agama kristen kelas 1,2, dan 3, di SDN 01 Bengkong, saya mengajar juga agama kristen selama 3 tahun dari tahun 2012-2015, mereka tak ada guru agama kristen dan dari pihak sekolah meminta Kemenag untuk menarik saya mengajar disana.” kisah Setya.

Tahun 2002, Setya lulus dari Kemenag sebagai pengawas sekolah di pekanbaru. “Tapi saya lebih suka mengajar ketimbang jadi pengawas sekolah. Saya juga mengajar sekolah minggu di gereja GBKP Batam Centre selama 35 tahun, jiwa saya adalah bersama siswa, itulah yang membuat saya lebih memilih mengajar sampai sekarang.” ungkap Setya.

Setya mengatakan ia tinggal di Bengkong Harapan II. Dan menurutnya rolling guru memang perlu untuk penyegaran suasana. “Saya sudah 16 tahun di SDN 010 Bengkong, dan bila di rolling saya siap, asalkan jangan jauh dari tempat tinggal, kasihan anak-anak saya bila saya dipindah terlalu jauh, kalau sekitar Bengkong saya siap, saya betah di SDN 010 bengkong ini, semua guru kompak dan selalu bekerjasama, harapan saya bila dirolling, suasana sekolah baru bisa sekompak seperti yang sekarang.” harapnya.

Baca Juga  Anwar : Siap Mengabdi Dimana Saja Bila Masih Dipercaya. Muslim : Rolling Kepsek Tunggu Arahan Walikota

Kepsek SDN 010 Bengkong Hj. Rusmanila, S.Pd berharap gurunya tak ada yang di rolling. “Saya malah sangat butuh tambahan guru, disini ada 15 rombel, guru kelas cuma 14 orang, yang saya paralel 2 orang untuk mengajar kelas 4 dan 6 sudah 3 bulan ini, saya minta guru 3 orang lagi untuk guru kelas, jumlah siswa kelas 1 hingga 6 sebanyak 643 siswa, jadinya 3 orang guru bidang studi merangkap menjadi guru kelas. Makanya saya minta jangan sampai guru saya di rolling justru saya minta ditambah guru, karena ada guru yang harus menggantikan guru cuti melahirkan sehingga guru tersebut mengajar dari pagi hingga sore, kasihan.” pungkasnya. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

UN 2018 Diikuti 15.380 Siswa SMP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pekan depan siswa kelas IX SMP akan menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *