Home / Daerah / Batam / Kebersamaan dalam Keberagaman di Perayaan Imlek Batam
Keberagaman dalam persatuan tampak di malam tahun baru Imlek 2569 di Komplek Bumi Indah Nagoya, Kamis (15/2).

Kebersamaan dalam Keberagaman di Perayaan Imlek Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Keberagaman dalam persatuan tampak di malam tahun baru Imlek 2569 di Komplek Bumi Indah Nagoya, Kamis (15/2). Tak hanya suguhan barongsai yang memang khas warga Tionghoa, pada perayaan Imlek ini juga ditampilkan tari zapin dari sanggar Wan Sendari. Bahkan tamu orang penting diarak ke panggung utama dengan iringan barongsai dan di bagian depannya cogan, kipas raja melayu.

Perayaan Imlek dimulai secara resmi dengan dibukanya mata naga oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Batam khususnya yang turut meramaikan malam perayaan imlek tersebut. Bukan saja warga Tionghoa tapi juga warga Batam umumnya, dari berbagai suku dan agama.

“Kebersamaan ini sangat kita harapkan. Kita adalah satu dalam kehidupan demi menjaga keamanan. Dan Batam butuh keamanan untuk pembangunan,” ujarnya.

Pembangunan di Batam, kata Rudi, juga bisa berjalan baik berkat kerjasama FKPD. Badan Pengusahaan Batam memberikan lahan, Pemerintah Kota Batam yang merencanakan, DPRD yang mengesahkan anggaran. Dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri bersama menjaga pelaksanaan di lapangan.

“Kami juga bersatu, demi membangun Batam dan demi ekonomi masyarakat yang lebih baik,” kata dia.

Rudi mengatakan tahun ini Pemko Batam masih melanjutkan pelebaran jalan, khususnya kawasan Nagoya dan Batam Centre. Sedikitnya tujuh penggal jalan besar yang dikerjakan pemerintah tahun ini. Jika pembangunan jalan ini selesai, pemerintah berharap menarik semakin banyak wisatawan ke Batam.

“BP bangun destinasi, kami perindah kota, kita yang menjaga. Insya Allah pariwisata ramai,” sebutnya.

Selain itu, Pemko Batam juga sudah mendesain penataan Komplek Bumi Indah, tempat berlangsungnya acara. Kawasan belanja ini akan ditutup atap yang bersambung dari bangunan ke bangunan. Lokasi ini akan dibuat tertutup bagi kendaraan. Sehingga pengunjung bisa jalan kaki dengan nyaman dan satu toko ke toko lain.

Pedagang-pedagang kaki lima juga akan disiapkan tempat untuk berjualan, yakni di Pasar Induk Jodoh. Saat ini proses peralihan aset sedang dilakukan antar instansi pemerintah. Setelah proses ini selesai, pasar induk akan segera dibangun ulang dengan desain baru yang lebih modern.

“Kalau selesai, seluruh pedagang di Nagoya Jodoh saya pindahkan ke sana. Artinya Nagoya lebih bersih,” kata Rudi.

Ketua PSMTI Kepri, Eddy Hussi mengatakan perayaan imlek tak cuma digelar di Batam tapi juga kabupaten kota lain di Kepri. Seperti di Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.

Kegiatan sosial lain juga sudah dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru. Di antaranya bedah rumah, donor darah, dan sebagainya. Berbagai kegiatan tersebut bisa terselenggara berkat dukungan 19 yayasan marga Tionghoa yang ada. (kartika/mcb)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *