Home / Peristiwa / Kapolda: Kepri Adalah Provinsi Paling Aman

Kapolda: Kepri Adalah Provinsi Paling Aman

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Polda Kepri, Irjen Sam Budigusdian, memastikan kondisi keamanan di Kepulauan Riau sangat baik. “Kita adalah provinsi yang paling aman,” kata jenderal bintang satu ini saat memberi kuliah umum bertajuk “Dinamika Politik Global dan Wawasan Kebangsaan” di Universitas Batam, Batam, tadi pagi.

Sebagai wujud keamanan yang terus membaik ini, Irjen Sam menunjukkan angka penurunan peristiwa kriminalitas yang terjadi di wilayahnya. “Pada 2015 angka kriminalitas adalah 6.199, setahun kemudian turun 13 persen. Kita harapkan tahun ini makin menurun,” katanya pada kuliah umum yang dipandu akademisi Prof. Dr. Jemmy Rumengan.

Penurunan angka kriminalitas ini, katanya, menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memberi pelayanan publik. Ia juga memberi apresiasi untuk masyarakat Kepri yang sangat menjaga kondisi kenyamanan di wilayah kepulauan ini. Apalagi wilayah Kepri adalah salah satu provinsi yang berhadapan langsung dengan negara lain.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang berada di Batam. Mahasiswa yang hadir memenuhi gedung serba guna itu berasal dari Universitas Batam, Universitas Internasional Batam, Unrika, dan Politeknik Negeri Batam.

Para mahasiswa antusias mengikuti kuliah umum Kapolda yang menyampaikan berbagai tantangan Indonesia dalam menghadapi globalisasi yang tanpa batas sekarang ini. “72 tahun hegemoni imperium barat, dalam hal ini Amerika Serikat, bangkitnya China, munculnya perlawanan non-state actor, dan terorisme, adalah impact dari itu semua,” katanya.

“Selain itu ada lagi yang disebut global communication, globalcivilization yang membentuk spektrum ketimpangan dunia, karena didominasi dan terpolarisasi oleh negara adidaya.”

Semua itu, kata Kapolda, akan membentuk kerapuhan struktur ekonomi makro Asia, tentu termasuk Indonesia di dalamnya. Ada juga pengaruh konflik di sejumlah negara lain yang berimbas ke Indonesia. “Ditambah lagi isu soal Papua, dan Aceh yang sendi-sendi GAM nya yang mulai berdenyut lagi,” katanya.

Itulah kemudian, Kapolda menambahkan, akan memperjelas ancaman di dalam negeri. “Seperti globalisasi yang membentuk single geostrategi space, lalu ada intoleransi dan kelompok sipil bersenjata, radikalisasi dan terorisme, konflik sosial, cybercrime dan hate speech,” katanya.

Mengapa Indonesia menjadi sasaran ekspansi? “Sebab negeri ini banyak penduduknya dan luas wilayahnya. Dan dunia membutuhkan balance of power,” katanya. Karena itu, ia melanjutkan, jika tidak diantisipasi dengan baik maka negeri ini akan seperti konflik Syria.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kita bersyukur hidup dalam kesatuan dan kenyamanan. Ini tentu saja berkat semua komponen di negeri ini,” katanya. Karena itu, Kapolda menekankan agar semua pihak bersinergi dan meningkatkan solidaritas serta kemitraan yang kokoh.

Khusus untuk wilayah Kepri, Kapolda kembali menyatakan sebagai sebuah wilayah yang kondisi keamanannya sangat baik. “Dan inilah yang kita harapkan, semoga akan lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” katanya.

Guru Besar Uniba, Prof Jemmy Rumengan, menyatakan kondisi keamanan berkaitan erat dengan investasi. “Kondisi ekonomi akan membaik jika keamanan bagus. Investor akan nyaman datang ke sini sebab mereka bisa berbisnis dengan lancar,” katanya. (bn)

About admin

Lihat Juga

Pasien RSUD-EF Bisa Daftar Lewat SMS dan Daring

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pasien RSUD Embung Fatimah (RSUD-EF) kini bisa mendaftar melalui pesan singkat (SMS) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *