Home / Budaya / Jong Race Festival 2017, Olahraga Rekreasi Dikombinasikan Dengan Kepariwisataan
Aneka warna Jong di event Jong Race Festival 2017.

Jong Race Festival 2017, Olahraga Rekreasi Dikombinasikan Dengan Kepariwisataan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kali ke 15, Jong Race Festival 2017 digelar selama 3 hari, jumat (3/3) hingga minggu (5/3) bertempat di Pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa Batam.

Acara tahunan masyarakat pesisir Melayu tersebut dibuka oleh wakil walikota Batam, Amsakar Achmad, dihadiri oleh Kadispora kota Batam, Hendriana Gustini, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) kota Batam Nyat Kadir, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah kota Batam, perwakilan pejabat dari daerah yang mengirimkan utusannya pada event Jong Race 2017, tamu undangan, dan masyarakat sekitar.

Adapun Jong Race tersebut diikuti sebanyak 1.680 peserta, terbagi menjadi kategori jong kecil 517 jong, jong sedang 574 jong dan jong besar 589 jong. Peserta lomba tidak hanya berasal dari Batam, tetapi juga kabupaten Karimun, Kepri. Selain itu juga ada peserta dari Riau lautan, yakni kabupaten Palelawan. Lomba Jong Race 2017 ini memperebutkan total hadiah uang tunai Rp60 juta, dan tropi bagi para pemenang.

Amsakar berharap event tahunan yang sudah berlangsung kali ke 15 itu tidak hanya dijadikan kegiatan biasa. Lebih lanjut, dapat dikombinasikan dengan agenda kepariwisataan Kota Batam.

“Kita lihat di event ini ada nilai pemberdayaannya. Masyarakat bisa berusaha, peserta menunjukkan kreatifitasnya. Kita minta olahraga rekreasi ini dikombinasikan dengan kepariwisataan,” ujarnya.

Dahulu penyelenggaraan Jong Race itu masih dilakukan secara konvensional atau secara tradisional. Yakni masyarakat yang umumnya tinggal di kawasan pesisir pantai, mengumpulkan sendiri biaya pelaksanaan event tersebut.

Event tahunan Jong Race Festival menjadi event masyarakat melayu dan menjadi ajang pariwisata di Batam.

“Tapi sejak dua tahun ini pelaksanaannya sudah melembaga. Kita support biayanya lewat APBD kota Batam di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora),” imbuh Amsakar.

Ketua panitia kegiatan, Samsul Bahri mengatakan, ada beberapa tujuan yang melatarbelakangi panitia lomba dan dispora menyelenggarakan permainan rakyat pesisir itu. Selain untuk menggali dan melestarikan olahraga rekreasi masyarakat, lomba jong juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya Melayu dan memperkenalkannya ke masyarakat luas.

Tidak hanya bagi masyarakat tempatan, dan lainnya, termasuk juga wisatawan asing yang datang ke Batam. Terbukti pada pelaksanaan beberapa tahun lalu, kata Samsul, tim dari Singapura mengirimkan utusannya dalam event Jong Race di Batam.

“Untuk pelaksanaannya lebih kurang 15 tahun ini memang diadakan di Kampung Melayu, Batu Besar. Itupun tergantung musim, musim utara. Makanya waktu pelaksanaan lomba selalu berubah-ubah,” pungkas Samsul. (r/dian/TB)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Provinsi Kepri Ditargetkan Menjual 500 Paket Wisata

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan menjual 500 ribu paket wisata dalam program hot deal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *