Home / Peristiwa / Jejak Nurhadi Tercium KPK di Berbagai Kasus

Jejak Nurhadi Tercium KPK di Berbagai Kasus

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi nampaknya harus siap menjadi bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selanjutnya.

Pasalnya, KPK meyakini bahwa uang ratusan ribu Dolar Amerika yang ditemukan dari ruang kerja dan rumah Nurhadi berkaitan dengan banyak kasus yang ditangani di lembaga peradilan. “Kumpulan dari bermacam-macam kasus, itu yang sedang diteliti. Jumlah uangnya itu kasus A berapa, B berapa itu sedang diteliti,” kata Wakil Ketua KPK La Ode M Syarif saat ditemui di kantornya, Senin (25/4).

Syarif menilai uang tersebut ada kaitan dengan suatu penanganan perkara bukan tanpa alasan. Karena itu, penyidik masih terus mendalami dugaan keterlibatan PNS yang pernah menikahkan anaknya dengan biaya fantastis mencapai Rp 43 miliar tersebut.

“Kalau uang ada di pengadilan tidak mungkin tidak berhubungan dengan negara,” ujar syarif. Selain itu, mantan Rektor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar tersebut memastikan KPK segera memanggil Nurhadi untuk diperiksa. “Nurhadi akan diperiksa, setelah memeriksa lainnya,” kata Syarif.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Pansek PN Jakpus Edy Nasution dan seorang swasta Doddy Ariyanto Supeno sebagai tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 April 2016. Dalam tangkap tangan, KPK mengamankan uang sebesar Rp 50 juta.

Diduga, suap itu diberikan terkait pengajuan permohonan Peninjauan Kembali (PK) perkara perdata Lippo Group dan Astro, holding perusahaan media asal Malaysia. KPK menyebut uang Rp 50 juta merupakan pemberian kedua dari total nilai komitmen sebesar Rp 500 juta. Pemberian pertama pada Desember 2015 yaitu sebesar Rp 100 juta.

Setelah penetapan tersangka itu, KPK menggeledah kantor MA, PN Jakpus, dan PT Paramount Enterprise Internasional. Selain itu, penyidik juga menggeledah rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca Juga  KPK Akan Memeriksa RUP Pemko Batam

Dalam kasus ini, Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM juga telah mencegah Nurhadi bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan. Pencegahan itu dilakukan atas permintaan KPK. (put/jpg)

About admin

Lihat Juga

Pasien RSUD-EF Bisa Daftar Lewat SMS dan Daring

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pasien RSUD Embung Fatimah (RSUD-EF) kini bisa mendaftar melalui pesan singkat (SMS) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *