Home / Peristiwa / Jaksa Tuntut Ringan Nahkoda Kapal Penyeludup Sembako 17 September 2016

Jaksa Tuntut Ringan Nahkoda Kapal Penyeludup Sembako 17 September 2016

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam  Salam Harahap bin Rincang dan Awin Pranoto Bin Boiman, dua terdakwa kasus penyelundupan sembako dari Jorong Port Singapura dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di pengadilan negeri Batam, Kamis(15/9//2016).

Kedua terdakwa yang dijerat dengan pasal 102(a) UU nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan dalam berkas terpisah, juga didenda Rp100.000.000,- subsider 3 bulan penjara.”

Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melanggar pasal 102 huruf (A) undang-undang RI nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabean.” ujar JPU Zulna menggantikan JPU Triyanto. Dalam tuntutannya, Zulna mengatakan barang bukti hasil selundupan yakni beras, gula dan barang bekas dirampas untuk negara, sedangkan kapal pengangkut KLM Surya Indah GT 142 dan KLM Raja Persada-I GT 103 dikembalikan kepada pemiliknya.

Seusai mendengarkan tuntutan JPU, ketua majelis hakim Edward Haris Sinaga didampingi hakim anggota Egi Novita dan Chandra menunda persidangan hingga seminggu kedepan untuk mendengarkan pembelaan (pledoi) dari kedua terdakwa.

“Tuntutan sudah dibacakan jaksa, sidang ditunda dan dilanjutkan hari Rabu depan,” ujar Edward Haris sambil mengetuk palu. Untuk diketahui terdakwa Salam Harahap bin Rancang nahkoda KLM Surya Indah GT 142 dan terdakwa Awin Pranoto Bin BoIiman nahkoda LKM Raja Persada-I GT 103 ditangkap patroli Ditpolair di perairan Tanjung Sengkuang Batam tanggal 4 Maret 2016 lalu.

Dari LKM Surya Indah GT 142 ditemukan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, yakni beras 1.954 karung, barang bekas 330 karung, peralatan rumah tangga second berbagai jenis dan barang elektronik televisi dan kulkas. Sedangkan dari LKM Raja Persada-1 GT ditemukan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, yakni berat 1.815 karung, gula 18 karung serta barang bekas.

Baca Juga  "SIAPA DIBALIK", Keberadaan Puluhan Mobil Mewah Di Gudang Pelabuhan Batu Ampar

Seperti diketahui dalam pasal 102(A) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 1995 tentang Kepabean disebutkan, setiap orang yang :

  1. mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean;
  2. dengan sengaja memberitahukan jenis dan/atau jumlah barang ekspor dalam pemberitahuan pabean secara salah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11A ayat (1) yang mengakibatkan tidak terpenuhinya pungutan negara di bidang ekspor;
  3. memuat barang ekspor di luar kawasan pabean tanpa izin kepala kantor pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11A ayat (3);
  4. membongkar barang ekspor di dalam daerah pabean tanpa izin kepala kantor pabean; atau
  5. mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9A ayat (1)

dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (int/spd)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *