Home / Budaya / Hang Tuah Ada. Pernah Memerintah Tumasek

Hang Tuah Ada. Pernah Memerintah Tumasek

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Ahli Sejarah National University Singapura membuktikan adanya surat-menyurat di Okinawa daripada Laksamana Melaka.

Singapura mungkin sebuah pusat pelabuhan utama bagi kerajaan Melaka pada abad ke-15 yang dipimpin oleh seorang laksamana yang terpercaya, yang bernama Hang Tuah. Laksamana itu dikatakan bukan saja berkuasa memerintah pulau tumasek dan pelabuhan tersebut, bahkan menjadi panglima angkatan laut Kesultanan Melaka yang menjadikan Singapura pangkalan utamanya.

Sebagai Laksamana, Hang Tuah juga menjadikan pulau ini tempat tinggalnya, kata pakar sejarah dan arkeologi Singapura, Profesor John Miksic. Baru-baru ini, keberadaan Hang Tuah sekali lagi dipersoalkan karena tidak adanya bukti arkeologi yang mengaitkan kehidupannya. Pernyataan Kementerian Periwisata dan Kebudayaan Malaysia yang mengesahkan bukti arkeologi mengaitkan kewujudan Laksamana Hang Tuah pun masih belum ditemui.

Walaupun menerima dengan ketiadaan bukti tersebut, Dr Miksic tetap percaya Hang Tuah pernah hidup bahkan pernah hidup di Singapura berdasarkan surat-menyurat yang ditemui di Pulau Okinawa.

“Orang seperti Hang Tuah pasti ada. Jabatannya sebagai Laksamana ada. Gelarannya juga sebagai Sri Bija Diraja, kita ketahui pasti ada. Orang yang namanya Hang Tuah belum dapat diperkuat dengan data dari sumber selain daripada sejarah Melayu. Tapi tidak ada alasan untuk percaya bahwa orang dengan nama itu tidak ada.” ujarnya.

Menurut beliau, watak Hang Tuah itu sering disebut dalam sumber-sumber asing seperti dokumen dari China dan Okinawa di Jepang, selain Sejarah Melayu.

“Itu yang paling menentukan, sebab ternyata pada akhir abad ke-15, Laksamana dari Singapura itu berhak mengirim surat atas namanya sendiri kepada raja asing. Surat itu masih ada di Okinawa. Dan masih ada surat-surat di Okinawa yang dikirimkan dari Laksamana Melaka, tanpa nama, hanya gelarannya yang disebut. Tapi dia yang berhak bertindak atas nama Sultan,” tambah Profesor program study Asia Tenggara, Universiti Nasional Singapura (NUS) itu, yang ditemui baru-baru ini untuk mengesahkan kewujudan Laksamana mahsyur itu.

Baca Juga  Jangan Usik 'Melayu' Wai

Dr Miksic mengajar di NUS sejak 1987. Sebelum itu, beliau mengajar di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia, selama enam tahun. Memberi perincian Singapura sebagai pusat pelabuhan kerajaan Melaka, Dr Miksic menegaskan, jelas dilaporkan oleh Laksamana Zheng He (Cheng Ho) dari China pada 1435.

Menurut Profesor Miksic, setelah berdirinya Kesultanan Melaka, Singapura tetap ada dan tidak musnah akibat serangan Majapahit. Sebelum ini, sejarah menyatakan Singapura musnah selepas serangan itu, yang dilakukan agar dapat menangkap Sultan terakhir Singapura, Sultan Iskandar Shah. Kenyataan itu dibuktikan bukan saja dari segi sejarah, malah arkeologi. Ia menunjukkan Singapura, atau ketika itu masih dipanggil Temasek atau Tumasik, merupakan sebuah pelabuhan yang memainkan peranan penting dalam hubungan luar negara.

Singapura juga diberitakan sebagai pelabuhan kapal yang sangat strategik dalam struktur kerajaan Melaka, tempat bagi orang seperti dari tanah Jawa atau Sumatra yang datang ke Singapura dengan menaiki kapal, sebelum berpindah ke kapal lain menuju ke tempat lain seperti India atau China. Angkatan laut Kesultanan Melaka juga ditempatkan di Singapura disebabkan kedudukan pulau ini lebih strategis berbanding Melaka yang terbuka dan mudah diserang.

Selain melindungi perairan Selat Melaka dan sekitarnya, angkatan tersebut dikerahkan juga untuk membasmi bajak laut di perairan Singapura. Hang Tuah juga mempunyai kuasa memerintah Singapura. Jelas beliau, dan juga harus mengadap ke Istana kalau ada upacara atau ada tugas lain, yang berarti harus ketemu dengan Raja, Sultan atau Bendahara, misalnya. Tetapi di kesehariannya Hang Tuah bertempat tinggal di Singapura,” kata Dr Miksic. (int)

About admin

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *