Home / Daerah / Batam / Goro Pegawai Pemko Batam, Utilitas Hingga Sampah Baliho Mengganggu Aliran Drainase
Gambar Ilustrasi : Goro Pemko Batam (MCB)

Goro Pegawai Pemko Batam, Utilitas Hingga Sampah Baliho Mengganggu Aliran Drainase

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menggelar gotong royong (goro) pegawai dan instansi vertikal. Kegiatan goro ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Nopember 2017 sekaligus sebagai salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Jadi Batam yang ke 188. Beberapa kawasan yang menjadi kegiatan goro pegawai dan instansi vertikal Pemko Batam ini diantaranya seperti depan Hotel 89, Kawasan Winsor, Tanah Longsor sampai pasar Induk, dan Wilayah sepanjang dari Hotel Nan Tongga hingga ke Batu Ampar. Pada goro tersebut, banyak ditemukan utilitas yang dipasang tak sesuai ketentuan. Seperti kabel listrik, fiber optik, kabel telepon, hingga pipa air yang ditanam terlalu dekat ke permukaan tanah.

“Dinas Bina Marga sudah menetapkan beberapa titik. Seperti depan Hotel 89, kawasan Windsor, Tanah Longsor sampai Pasar Induk, serta dari Hotel Nan Tongga ke arah Batuampar. Harusnya 1,5 meter dari permukaan tanah. Ini 15 cm mungkin, sudah muncul kabel, pipa. Ada juga di parit baru Dana Graha itu, U100 (gorong-gorong) yang Pak Yumasnur (Dinas Bina Marga dan SDA) bikin, belum lagi serah terima, malah sudah ada pipa air di dalamnya. Dipasangnya tanpa pemberitahuan pula,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin.

Menurut Jefridin lagi, akan menjadi percuma jika Pemko Batam terus melakukan gotong royong jika tidak didukung kesadaran dari seluruh pihak. Tidak hanya pengusaha pemilik utilitas tapi juga masyarakat umum. Karena pada goro tersebut juga masih banyak ditemukan tumpukan sampah di drainase. Tentunya hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Batam.

“Drainase bagus tapi isinya sampah, plastik, malah baliho besar pun ada. Di parit Windsor itu ada baliho besar dibuang, artinya masih ada masyarakat yang belum sadari pentingnya drinase ini,” kata Jefridin.

Baca Juga  Batam Memboyong Tiga Penghargaan di IAA 2017

Meski tidak seluruhnya, minimnya kesadaran jaga lingkungan oleh sebagian masyarakat ini berpengaruh besar terhadap kondisi Kota Batam. Oleh karena itu ia atas nama Walikota Batam mengajak warga Batam untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena sampah yang menumpuk di drainase bisa memperlambat aliran air hujan. Hal inilah yang membuat air meluap dan tergenang di jalan dan perumahan.

Di satu sisi, Walikota Batam telah mengimbau camat dan lurah untuk rutin menggelar goro di lingkungan masing-masing. Goro ini diharapkan menjadi budaya yang diadakan tiap akhir pekan. Dan akan lebih baik jika dilaksanakan setiap ada kesempatan khususnya di bulan penghujan seperti sekarang.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin. Terbukti kita bangun drainase, goro. Tapi di sisi lain saya lihat kesadaran masyarakat masih perlu dimotivasi untuk sedikit konsern terhadap lingkungan. Kesadaran ini yang kita harapkan. Tanpa kesadaran dan kebersamaan tak bisa kita jadikan Batam ini indah,” kata dia. (MCB/editor:yudi)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Kesenian Berbagai Daerah Warnai Sosialisasi Pemilu 2019

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Beragam kesenian ditampilkan dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya dalam Rangka Menyambut Satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *