Home / Info Cerdas / Fenomena Supermoon
Supermoon terbit di balik benteng Almodovar di Cordoba, Spanyol. (Sumber:National Geographic)

Fenomena Supermoon

Supermoon yang tampak tanggal 19 Maret 2011
Supermoon yang tampak tanggal 19 Maret 2011

Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, supermoon bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.

Fenomena supermoon sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005. Pada 19 Maret 2011, supermoon akan mengalami jarak terdekatnya dalam 18 tahun terakhir, dengan prakiraan jarak sekitar 356,577 kilometer (221,567 mil). Pada 19 Maret, fenomena perigee bulan, yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari, terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari. Ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.

Supermoon kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya supermoon hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu. Namun, supermoon tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena supermoon ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Pengaruh fenomena supermoon terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan supermoon, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronot Apollo 11 di bulan. Istilah supermoon pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979.

Supermoon 14 November 2016

Harus diketahui bahwa jarak antara titik perigee ke Bumi tidak konstan. Ada kalanya titik perigee sedikit lebih jauh dari Bumi. Atau kadang pula sedikit lebih dekat. Variasi pada jarak titik perigee ini kemudian menyebabkan perbedaan pada tiap supermoon. Tentu saja, semakin dekat titik perigeenya, maka semakin besar dan terang pula supermoon yang bisa kita lihat. Selain itu selisih waktu antara puncak purnama dan puncak perigee pun ikut ambil andil. Makin singkat selisih waktunya, maka supermoon yang bisa terlihat pun makin oke punya.

Baca Juga  Manusia Pertama Yang Berhasil Terbang Ternyata Seorang Muslim
Perbandingan bulan saat posisi di perigee dan di apogee
Perbandingan bulan saat posisi di perigee dan di apogee

Menariknya titik perigee pada 14 november 2016 adalah yang paling dekat sejak tahun 1948. Jarak antara bulan ke bumi hanya 350.133 kilometer saat puncak perigee pada pukul 18:23 WIB. Tidak lama setelah puncak perigee terjadi, puncak purnama pun menyusul pada pukul 20:52 WIB. Nah perpaduan antara jarak titik perigee yang sangat dekat dengan selisih waktu puncak perigee ke puncak purnama yang singkat membuat supermoon menjadi luar biasa cantiknya.

Supermoon 14 november 2016 akan menjadi yang terdekat, terbesar dan paling terang sejak 26 januari 1948 atau setelah hampir 70 tahun! Jika kita amati dengan mata telanjang, supermoon 14 november 2016 akan 30% lebih terang dan 14% lebih besar dibanding purnama saat di titik terjauh dari bumi atau apogee. Tentu saja, untuk bisa menemukan perbedaan ini kamu harus biasa melihat purnama sebelumnya. Kalau tidak, mungkin kamu akan menganggap supermoon kali ini biasa saja. Sedangkan jika diamati dengan teliti, diameter sudut bulan akan mencapai 33,5 menit busur ketika puncak purnama.

Karena puncak perigee dan puncak purnama terjadi pada malam hari, maka Indonesia akan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati. Supermoon akan terlihat sepanjang malam, mulai senja sampai pagi. Bisa dengan mata telanjang ataupun teleskop. Karena supermoon ini melingkupi lokasi yang luas, waktu yang lama, dan cara pengamatan yang beragam, maka kita tinggal modal niat saja untuk mengamatinya.

Supermoon sebenarnya ada setiap tahun. Bahkan hingga beberapa kali. Jadi kalau gagal mengamati supermoon kali ini masih bisa menunggu supermoon berikutnya tahun depan. Tapi ya itu tadi, ada variabel-variabel yang menyebabkan setiap supermoon berbeda. Jika ingin melihat supermoon sedekat, sebesar, dan seterang supermoon 14 november 2016 maka nunggunya bakal lebih lama. Karena itu supermoon kali ini termasuk langka. Supermoon yang lebih dekat, lebih besar, dan lebih terang dibanding pada 14 november 2016 baru akan terjadi pada 25 November 2034. Masih 18 tahun lagi.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Proses Terjadinya Pelangi

Pelangi adalah fenomena alam yang berupa optik dan meteorologi yang memiliki warna-warni indah yang sejajar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *