Home / Nasional / Fakta Mengerikan Gunung Agung Pasca Terjadi Erupsi

Fakta Mengerikan Gunung Agung Pasca Terjadi Erupsi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bali – G unung Agung dinyatakan berstatus awas atau level IV. Penetapan status itu dikeluarkan sejak Senin 27 November 2017, pukul 06.00 Wita, menyusul adanya dentuman keras serta lava merah yang keluar dari puncak gunung. Beragam tanda dimunculkan. Seakan ingin menunjukkan eksistensi, gunung itu terus mengeluarkan kode yang bisa direkam oleh tim di pos Pemantauan Gunung Api, Rendang, Bali.

Dari sejumlah pengamatan, tim menemukan sejumlah fakta perkembangan yang mengejutkan dari Gunung Agung. Fakta-fakta itu seakan menguatkan bahwa gunung setinggi 3.142 mdpl akan melakukan aksinya yang lebih besar lagi. Apa saja fakta-fakta Gunung Agung tersebut? Ini dia ulasannya.

Magma Sudah di Permukaan Gunung

Hari Selasa (28/11), Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana mengatakan, dari hasil citra satelit NASA, posisi magma Gunung Agung sudah berada di permukaan gunung. Ia menjelaskan, Gunung Agung pada saat ini membutuhkan waktu dan tenaga untuk memuntahkan semua isi perutnya. Warga diminta agar mematuhi imbauan yang dikeluarkan oleh petugas. Ia pun mengimbau warga di sekitar Gunung Agung agar segera mengungsi ke lokasi aman sesuai yang direkomendasikan oleh pemerintah.

Muncul 2 Lubang Asap

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, terdapat dua lubang asap vulkanis di Gunung Agung akibat terjadinya erupsi. Keberadaan dua lubang itu menyebabkan kepulan asap sangat tebal. Suantika mengatakan, penyebab timbulnya dua lubang kawah baru ini karena adanya dorongan magma dari perut Gunung Agung yang keluar dan tidak mampu ditembus, sehingga menimbulkan retakan dan lubang. Dia memperkirakan, kemungkinan kawahnya belum penuh magma, sehingga belum ada yang keluar dari kawah gunung. Kondisi tersebut menyebabkan pengumpulan lava akan terus terjadi ke depannya dan untuk mengetahui kriteria volume lava di dalam kawah yang penuh, dapat dihitung secara manual, yaitu dengan menghitung diameter kawah Agung yang lebarnya 900 meter dengan ketinggian 200 meter dari puncak.

Baca Juga  Gunung Agung Masih Bergejolak

Abu Vulkanik Mencapai Jutaan Ton

Gunung Agung hingga kini masih terus meletus ditandai dengan semburan asap setinggi 3.000 meter. Bersamaan dengan itu, material abu vulkanik pun ikut dimuntahkan. Ketebalan abu vulkanik Gunung Agung terpantau jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Bahkan, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika menyebut di puncak kawah, ketebalan abu begitu pekat. Saat ini, material yang dimuntahkan masih berupa asap dan abu, dan jumlah volume materialnya amat besar. Dia mengatakan, sepanjang pengalaman PVMBG, sebaran abu vulkanik terjauh yakni kala Gunung Kelud di Jawa Timur meletus. (y)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Rahasia di Balik Cikal Bakal Pramusaji Restoran Padang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Padang – Restoran Padang, selain dikenal karena rendangnya, juga karena keahlian pramusajinya. Pramusaji di restoran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *