Home / Peristiwa / Empat Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Latihan di Natuna
Seorang prajurit TNI dievakuasi dari lokasi gladi bersih latihan tempur di Tanjung Datuk Natuna.

Empat Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Latihan di Natuna

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Natuna – Sedikitnya empat prajurit TNI dari kesatuan Yon Arhanud I Kostrad tewas dalam insiden kecelakaan penembakan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang digelar TNI di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu siang.

Seorang saksi mata Herman kepada Antara di Tanjung Balai Karimun, Rabu menuturkan, para korban yang mengalami luka tembak membuat sibuk tim medis di RSUD Natuna.

“Ada yang luka parah pada badan. Dan ada yang meninggal dunia dan dibawa ke kamar jenazah,” ujar Herman yang dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri.

Berdasarkan informasi dihimpun, empat prajurit TNI yang meninggal dunia, yaitu Kapten Arh Heru, Praka Edi, Pratu Marwan dan Pratu Ibnu Hidayat.

Praka Edi mengalami luka dengan tubuh hancur di bagian pinggang, dia dievakuasi ke RSUD menggunakan helikopter, namun meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis karena kehabisan darah.

Sedangkan Kapten Arh Heru meninggal dunia dan belum sempat di bawa ke rumah sakit. Kemudian, Pratu Marwan mengalami luka parah dengan kaki kiri patah dan kaki kanan putus. Pratu Marwan meninggal dunia setelah dievakuasi ke rumah sekitar pukul 12.30 WIB. Terakhir, Pratu Ibnu Hidayat juga meninggal akibat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Selain korban meninggal dunia, beberapa prajurit TNI lain mengalami luka-luka, antara lain Pratu Bayu Agung mengalami luka pada leher dan paha kanan akibat percikan peluru, Serta Alpredo Siahaan dengan jari kanan putus dan paha luka, Prada Danar juga luka pada paha, Pratu Ridai mengalami luka pada lutut, dan Pratu Didi Hardianto mengalami luka pada tangan kiri, Sertu Blego Switage juga luka pada tangan dan perut.

Insiden ini terjadi karena gangguan pada salah satu pucuk meriam giant bow dari Batalyon Arhanud 1/K.

“Salah satu pucuk meriam giant bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 8 prajurit lainnya mengalami luka-luka karena terkena tembakan,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Arm Alfret Denny Tuejeh. (antara)

About admin

Lihat Juga

Pasien RSUD-EF Bisa Daftar Lewat SMS dan Daring

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pasien RSUD Embung Fatimah (RSUD-EF) kini bisa mendaftar melalui pesan singkat (SMS) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *