Home / Peristiwa / Ekspor Arang Bakau Dapat Merusak Ekosistem Hutan Bakau

Ekspor Arang Bakau Dapat Merusak Ekosistem Hutan Bakau

HANGTUAHNEWS.CO.ID, BATAM – Kondisi kawasan mangrove di Batam kian mengkhawatirkan. Selain reklamasi, ekspor arang juga dianggap menjadi faktor terbesar habisnya pohon bakau sebagai penyangga kawasan mangrove di Batam. Sebelum 2007 pohon bakau di Batam dibabat habis-habisan untuk kepentingan produksi di dapur arang. Dapur arang adalah sebutan tungku pembakaran arang yang banyak dipakai pengusaha arang di Batam.

“Sebelum 2007 ke bawah, dapur arang diproduksi dengan skala besar dengan pohon bakau di atas skala  diameter 4,5-20 inci yang ditebang,” Setelah itu, Pemerintah Kota Batam mengeluarkan larangan produksi arang dari bakau. Namun, larangan tersebut ternyata tidak menghentikan produksi arang bakau. Pengusaha tetap melanjutkan bisnis arang bakau diam-diam dengan mempekerjakan nelayan setempat untuk memproduksi arang bakau.

Dalam sehari, ia bisa memproduksi 20-30 kilogram arang bakau. Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan Ditjen P2S Departemen Kelautan dan Perikanan, Ir Ansori Zawawi pernah dengan tegas menyatakan, dua perusahaan besar dapur arang di Pulau Rempang dan Galang, Kota Batam, yang telah ditutup tidak akan ditoleransi untuk dibuka kembali. Penyegelan perusahaan itu oleh tim Ditjen P2S DKP di-pimpin langsung Ansori bersama pemerintah daerah Kota Batam, dinilai sebagai kebijakan tepat untuk menghentikan pembabatan hutan mangrove (bakau).

Luas Batam secara menyeluruh 41.500 Hektar dan 42 persen merupakan hutan magrove, namun saat ini hanya tinggal 4,2 persen. Me­nyusutnya hutan magrove atau bakau yang terjadi di Batam, mengakibatkan pulau ini udara atau oksigen yang dihirup terkontaminasi atau rusak.

Kantor Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Batam sebenarnya telah menghentikan produksi arang atau dapur arang dengan tidak memberikan izin memproduksi dapur arang. Alasannya, produksi dapur arang merusak ekosistem hutan bakau.”Sejak tahun 2008. Masalah pengerusakan hutan mangrove atau bakau, sebenarnya bukan masalah baru, hukum di Negara ini malah terkesan tak sanggup untuk menanganinya.

Ini terbukti dengan masih adanya tempat pembuatan arang bakau serta gudang-gudang tempat penyimpanan arang bakau yang hampir  rutin mengeksport arang bakau tersebut ke luar negeri. Entah ada kekuatan apa di balik para pengusaha arang bakau tersebut, sepertinya mereka tak pernah takut dengan hukum yang ada di Negara ini. (htn)

About admin

Lihat Juga

Menteri BUMN Melakukan Simulasi Pelayanan Perizinan MPP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno melakukan simulasi pelayanan perizinan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *