Home / Politik / DPRD Kepri Menilai Gubernur Menghambat Proses Penetapan Wakil Gubernur
Isdianto yang ditetapkan DPRD Kepri sebagai Wagub Kepri.

DPRD Kepri Menilai Gubernur Menghambat Proses Penetapan Wakil Gubernur

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menilai Gubernur Nurdin Basirun menghambat proses penetapan Isdianto sebagai wakil gubernur. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Senin (5/3).

“Dari fakta yang terjadi, gubernur tampak tidak mendukung mempercepat proses penetapan wagub, justru sebaliknya menghambat melalui intervensi di PTUN terhadap putusan DPRD Kepri yang menetapkan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih,” kata Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Senin.

Jumaga selama ini tidak ingin mengkritik gubernur terkait permasalahan untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Namun hari ini ia didampingi perwakilan mayoritas fraksi di DPRD Kepri menggelar konferensi pers untuk menyampaikan pendapat terkait permasalahan yang terjadi selama proses penetapan wagub.

Seharusnya, kata dia, gubernur mendukung penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih karena masyarakat menginginkannya. Gubernur yang memiliki jaringan luas semestinya pula melobi pihak-pihak yang akan menggugat putusan DPRD Kepri tersebut, bukan malah sebaliknya. Sikap gubernur melalui kuasa hukumnya mengintervensi putusan DPRD Kepri ke PTUN Batam melukai hati masyarakat

“Penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih berdasarkan hasil rapat paripurna merupakan karya terbesar dalam sejarah Kepri. Semestinya, gubernur mendukung itu, bukan malah memperlama,” tegasnya politisi yang diusung PDIP.

Jumaga mengatakan, mayoritas fraksi di DPRD Kepri mulai gerah dengan sikap Nurdin. Fraksi akan mengajukan hak bertanya kepada gubernur terkait permasalahan itu.

“Terbuka kemungkinan hak bertanya ini sebagai pintu masuk untuk mengajukan angket,” katanya.

Baru-baru ini, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Batam menolak intervensi yang diajukan Gubernur Nurdin Basirun melalui kuasa hukumnya terhadap hasil rapat paripurna DPRD Kepri yang menetapkan Isdianto sebagai wakil gubernur terpilih. Tenaga Ahli Hukum DPRD Kepulauan Riau, Edwar Arfa, membenarkan intervensi yang diajukan Gubernur Nurdin, termasuk Rini Fitrianti dan Mustafa Widjaja ditolak majelis hakim PTUN Batam baru-baru ini, karena tidak bersentuhan langsung dengan objek perkara yang diajukan

“Gubernur tidak berhubungan langsung dengan objek perkara, termasuk Rini Fitrianti dan Mustafa Widjaja yang berstatus sebagai bakal calon wagub, bukan calon wagub yang diusung lima partai pengusung,” ujarnya.

Edwar menjelaskan, baru-baru ini Mahkamah Agung juga memutuskan menolak uji materiil terhadap Peraturan DPRD Kepri Nomor 2/2017 tentang Tata Cara Pemilihan Wakil Gubernur Kepri Sisa Masa Jabatan 2016-2021. Uji material diajukan Syafrina Indika dan Rahardia, warga Batam melalui kuasa hukumnya M Jodi Santoso da Ismayati. Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung, pemohon juga dikenakan sanksi membayar biaya perkara Rp 1 juta.

“Salah satu pertimbangan MA memutuskan yakni keputusan DPRD Kepri menetapkan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih bukan produk hukum, melainkan keputusan politik dalam rapat paripurna, yang kemudian diajukan kepada Presiden RI melalui Mendagri,” katanya.

Edwar mengemukakan, gugatan juga diajukan Lumbung Informasi Rakyat, Fauzi Bahar (bakal cawagub Kepri) dan Ketua PKB Kepri Abdul Basit kepada PTUN Batam.

“Saat ini dalam proses pembuktian. Setiap Senin majelis hakim menyidangkan perkara itu,” tegasnya.

Ia berharap majelis hakim PTUN Batam menggunakan putusan MA tersebut sebagai pertimbangan dalam memutuskan gugatan yang diajukan Lumbung Informasi Rakyat, Fauzi Bahar dan Abdul Basit. (nic-ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Bawaslu Tanjungpinang Mengamankan Empat Alat Peraga Kampanye

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan empat alat peraga kampanye yang dipasang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *