Home / Politik / DPRD Kepri Belum Sikapi Wacana Provinsi Batam
Jumaga Nadeak.

DPRD Kepri Belum Sikapi Wacana Provinsi Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Kepulauan Riau belum mengambil sikap terkait wacana pemekaran Batam menjadi provinsi baru, kata Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak.

“Sepengetahuan saya belum ada bergerak, namun pergerakan di Batam cukup massif untuk memperjuangkan Batam menjadi provinsi baru,” kata Jumaga di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat.

Jumaga yang juga anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengemukakan berbagai elemen masyarakat Batam sudah menyusun naskah akademis, dan melakukan konsolidasi secara intensif terkait langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memperjuangkan kota industri itu menjadi provinsi baru.

“Saya melihat itu serius, bukan nafsu politik, melainkan ada naskah akademis,” ujarnya, yang berasal dari daerah pemilihan Batam.

Menurut dia, perjuangan untuk memekarkan Batam dari Kepri bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan berpendapat masyarakat Batam seharusnya sejahtera.

“Wacana itu berawal dari permasalahan antara Badan Pengusahaan Batam dengan Pemkot Batam, yang mengakibatkan kondisi perekonomian di kota ini memburuk,” katanya.

Jumaga membantah adanya dukungan dari anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Batam dalam pergerakan tersebut.

“Terlalu jauh DPRD Kepri mencampuri urusan itu. Perjuangan itu harus dari warga Batam,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan mengatakan gerakan untuk memekarkan Batam menjadi provinsi baru semakin massif, karena didukung banyak pihak.

“Kami menerima banyak dukungan untuk membentuk Provinsi Batam,” ujarnya, yang juga anggota Panitia Khusus Pengembangan Batam.

Onward yang juga anggota Komisi II DPRD Kepri menambahkan wacana terhadap Batam bukan hanya sebatas membentuk provinsi. Sejumlah pihak juga memperjuangkan pembentukan provinsi khusus Kepri, salah satunya untuk memperkuat pemerintahan dan perekonomian di Batam.

Selain itu, kata dia muncul pula wacana agar Badan Pengusahaan Batam dan Pemkot Batam disatukan agar tidak ada “dua matahari” di dalam satu kota.

“Wacana itu kami tampung semua. Semuanya akan mengalir hingga ke muara yang benar, yang mendapat dukungan publik pasti didukung,” ujarnya.

Dia menjelaskan Pansus Pengembangan Batam sebenarnya sudah lama terbentuk, namun tidak berjalan. Kemudian sekitar dua pekan lalu, DPRD Kepri mengaktifkan kembali Pansus itu untuk memperbaiki kondisi Batam yang mengalami berbagai permasalahan yang tidak terselesaikan sampai sekarang.

“Pansus yang dipimpin Taba Iskandar itu dibentuk untuk menjawab segala permasalahan di Batam. Batam strategis, sebagai motor ekonomi di Kepri dan Indonesia sehingga perlu penanganan khusus,” ujarnya. (antara)

About admin

Lihat Juga

Bawaslu Tanjungpinang Mengamankan Empat Alat Peraga Kampanye

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan empat alat peraga kampanye yang dipasang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *