Home / Daerah / Batam / DKP Keluarkan Dana 60 Juta Perbulan Untuk Bank Sampah

DKP Keluarkan Dana 60 Juta Perbulan Untuk Bank Sampah

“Sampah anorganik ini kan bisa didaur ulang. Ini sangat bermanfaat menekan produksi sampah di Batam. Selain itu,dapat meningkatkan perekonomian masyarakat”

Apa itu Bank Sampah ? 

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Bank Sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Bank Sampah kini sudah mulai diterapkan di berbagai kota di Indonesia tak terkecuali di Batam. Untuk saat ini pengelolaan Bank Sampah adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemerintah Kota Batam.

Tidak dipungkiri, pesatnya pertumbuhan Bank Sampah di Kota Batam adalah karena antusiasnya masyarakat dalam membentuk sarana pemanfaatan sampah menjadi bernilai ekonomis. Karena begitu pesatnya pertumbuhan Bank Sampah di Kota Batam, hingga saat ini jumlah Bank sampah yang ada sudah mencapai lebih dari 200 (dua ratus ) unit tersebar di seluruh wilayah Kota batam.

Kasi Penyuluhan dan Pembinaan DKP Batam Rida Meliyana menjelaskan bahwa sampah yang sudah dipilah dan dikumpulkan Bank Sampah perbulannya cukup banyak. Uang yang dikeluarkanpun untuk membeli itu sekitar Rp 60 juta perbulanya.

Ada dua hingga tiga unit Bank Sampah di tiap kelurahan.

Setelah melakukan penjemputan, DKP Kota Batam kemudian menjual kembali kepada perusahaan pengelola sampah untuk diolah menjadi bahan setengah jadi. Jadi barang yang didapatkan memang benar, karena dari Bank Sampah yang dibentuk oleh masyarakat. Bank Sampah sendiri bentukan kelurahan dan ada dari inisiasi kelompok masyarakat. Dalam satu kelurahan, jumlahnya ada dua atau tiga unit bank untuk menampung sampah bernilai ekonomis ini.

Baca Juga  Marlin Menggandeng PT. Mc Dermott Dalam Menjaga Lingkungan

“Sampah anorganik ini kan bisa didaur ulang. Ini sangat bermanfaat menekan produksi sampah di Batam. Selain itu,dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Meliyana.

Salah satu Bank Sampah, yakni Abdi Praja 18 Kelurahan Taman Baloi Kota Batam ini bisa menukarkan sampah yang dikumpulkan masyarakat dengan beras. Hasil dari sampah yang dimiliki nasabah bank sebenarnya melebihi dari harga beras. Sisanya mereka dapat mengambil dengan tujuan lain, seperti lebaran atau natal. Begitu juga nasabahnya bukan hanya RTS. Masyarakat umum juga bisa.

Untuk sampahnya sendiri, ada 24 jenis yang diklasifikasi dengan nilai jual berbeda. Begitu juga dilihat dari sampah tersebut kotor atau bersih.** (mc/sw)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Forum PLKP Kepri Berencana Membangkitkan Pariwisata Edukasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Provinsi Kepri akan membangkitkan pariwisata edukasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *