Home / Daerah / Batam / Distributor Bahan Pangan di Batam Masih Kesulitan Menentukan HET

Distributor Bahan Pangan di Batam Masih Kesulitan Menentukan HET

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota Batam akan mengajak distributor bahan pangan ke Sumatera Barat dan Jambi untuk cek harga di sumbernya langsung. Kunjungan ke dua provinsi penghasil produk hortikultura ini juga untuk tindak lanjuti perjanjian kerjasama yang ada sebelumnya.

“Saya akan bawa distributor ke Sumbar dan Jambi, untuk follow up MoU. Mudah-mudahan ada harga terbaik,” kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menanggapi tentang harga beras.

Menurutnya beberapa waktu lalu ia bertemu dengan dua distributor di bandara. Keduanya menceritakan upaya mereka untuk mendapat beras dengan harga murah. Mereka mencari hingga Sumbar dan Sumatera Utara.

“Mereka tunjukkan berasnya yang premium. Mereka bilang sedang cari harga yang cantik. Mereka sudah ke Sumbar, sudah ke Sumut,” ujarnya.

Distributor, kata Amsakar, kesulitan untuk penuhi ketentuanHarga Eceran Tertinggi (HET). Harga dari daerah asal, dita
mbah ongkos angkut, dan margin keuntungan tidak bisa di bawah batas dari Kementerian Perdagangan tersebut.

Berdasarkan berita di situs resmi Kemendag, HET untuk beras medium di wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan) sebesar Rp 9.950 per kg. Dan untuk beras premium dibatasi hingga Rp 13.600 per kg.

“Harga yang dibawa distributor tetap juga di atas HET. Angka X, saya lupa, ongkos Rp 500 per kg, kali 5 persen untuk operasional dan keuntungan,” kata dia.

Terkait surat permintaan impor beras yang dikirim ke Kemendag beberapa waktu lalu, Amsakar mengaku masih menunggu jawaban. Karena hingga saat ini Pemko Batam belum terima surat balasan. (kartika-mcb)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Forum PLKP Kepri Berencana Membangkitkan Pariwisata Edukasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Provinsi Kepri akan membangkitkan pariwisata edukasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *