Home / Internasional / Di Ontario, Warga Miskin Akan Terima Uang Tunai Rp 156 Juta
Perdana Menteri Ontario Kathleen Wynne mengumumkan proyek percontohan bantuan tunai ini di tiga kota di seluruh provinsi tersebut.

Di Ontario, Warga Miskin Akan Terima Uang Tunai Rp 156 Juta

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Provinsi terbesar di Kanada, Ontario, melakukan percobaan dengan memberikan bantuan berupa uang tunai untuk warga miskin di wilayah tersebut.

Pemerintah provinsi itu telah melakukan kajian selama tiga tahun terhadap program ini. Selanjutnya, uji coba digelar untuk melihat apakah pemberian uang tunai tersebut lebih baik daripada program kesejahteraan sosial saat ini.

Para peserta yang akan menerima bantuan tunai ini dipilih secara acak dari di tiga kota di Ontario. Mereka akan diberikan dana senilai 16.989 dollar Kanada atau sekitar Rp 156 juta setahun.

Perdana Menteri Ontario, Kathleen Wynne, mengatakan, sekarang saatnya untuk berani dalam memecahkan masalah demi membantu masyarakat yang paling miskin.

“Ini bukan saatnya untuk mundur, ini bukan saatnya bagi pemerintah untuk berpegang teguh pada status quo,” kata dia saat proyek percontohan tersebut diumumkan, Senin (24/4/2017).

Ontario bukan satu-satunya wilayah yang mengupayakan kebijakan ini. Baru-baru ini Finlandia meluncurkan uji coba sendiri pada bulan Januari, dan pemerintah Skotlandia pun telah menyatakan minatnya.

Gagasan ini cukup terkenal di kalangan kaum progresif maupun liberal, karena memiliki potensi untuk mengurangi kemiskinan dan memotong birokrasi.

Proyek percontohan Ontario ini akan diluncurkan di kota-kota seperti Hamilton dan Thunder Bay pada musim semi ini. Berikutnya, di Kota Lindsay pada musim gugur ini.

Program ini akan menelan biaya sebesar 50 juta dollar Kanada per tahun atau sekitar Rp 489 miliar dan akan mencakup 4.000 rumah tangga dari ketiga kota tersebut.

Para peserta program ini harus memenuhi berbagai persyaratan, di antaranya harus tinggal di salah satu kota tersebut selama lebih dari setahun, berusia antara 18-64 tahun dan hidup dengan penghasilan rendah.

Orang-orang dewasa yang hidup sendiri akan memperoleh uang tunai tahunan sebesar 16.989 dollar Kanada atau sekitar Rp156 juta setahun.

Sementara pasangan suami istri akan diberikan bantuan tunai sebesar 24.027 dollar Kanada atau sekitar Rp 235 juta, dikurangi 50 persen dari pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan.

Dengan menyimpan sebagian penghasilan mereka, pemerintah berharap orang-orang akan terdorong untuk bekerja dan tidak hanya mengandalkan bantuan.

“Ini bukan jumlah yang mahal,” kata Wynne, yang mencatat bahwa banyak orang yang kesulitan hidup di provinsi tersebut merupakan karyawan paruh waktu dan memerlukan bantuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan. (kmp)

About admin

Lihat Juga

Kemlu Serahkan 6 ABK Eks-Sandera di Benghazi ke Keluarga

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melakukan serah terima enam orang ABK yang menjadi korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *