Home / Daerah / Batam / Deklarasi Komitmen Bersama Penerapan Program K3
Deklarasi Komitmen Bersama Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk Mewujudkan Kepri Provinsi K3 Tahun 2020. Penandatanganan deklarasi dilaksanakan dalam rangkaian Peringatan Hari K3 Nasional Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Harmoni One Batam Centre, Sabtu (20/1).

Deklarasi Komitmen Bersama Penerapan Program K3

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri didampingi Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan pencanangan Provinsi Kepri sebagai Pelopor K3 di Indonesia, Sabtu (20/1/2018) di Harmoni One Batam. Pencanangan itu juga diikuti dengan Penandatangan Deklarasi Komitmen Bersama Penerapan Program K3 untuk Mewujudkan Kepri Kepri Provinsi Ke-3 Tahun 2020. Pencanangan itu juga merupakan langkah konkret Kepri dalam penerapan sistem K3 di Indonesia merupakan tindaklanjut Pembukaan Bulan K3 Nasional oleh Menaker pada 12 Januari 2018 kemaren di Surabaya.

Penandatanganan deklarasi dilaksanakan dalam rangkaian Peringatan Hari K3 Nasional Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Harmoni One Batam Centre, Sabtu (20/1). Deklarasi ini juga ditandatangani perwakilan kepolisian, dunia usaha, dunia industri, serikat pekerja serikat buruh, serta praktisi K3. Dan disaksikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja RI, Hanif Dhakiri. Dalam sambutannya Hanif mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Dan program pembangunan tersebut harus didukung oleh penerapan K3. Menaker berharap, langkah Kepri tersebut diikuti oleh Provinsi-Provinsi lain di Indonesia.

“Seluruh program pembangunan nasional dan daerah erat kaitannya dengan penerapan sistem K3. Jika angka kecelakaan kerja tinggi, maka jangan harap perencanaan pembangunan bisa tercapai sesuai target,” tegas Hanif.

Menurut Hanif, meski pada Agustus 2017 angka kecelakaan kerja di Indonesia menurun pada menjadi 80.329 kasus dari 105.182 kasus pada tahun 2016, tetapi hal tersebut masih buktikan bahwa penerapan sistem K3 di Indonesia belum optimal. Padahal, lanjut Hanif penerapan sistem K3 di sebuah perusahaan merupakan salah satu aspek penting dalam perlindungan ketenagakerjaan disamping pengupahan, jaminan sosial, kebebasan berserikat, dan hubungan industrial. K3 merupakan hak dasar dari setiap pekerja.

“Maka itu saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Kepri dan seluruh stake holder di Kepri untuk berkomitmen menjadi pelopor K3 di Indonesia. Posisi Kepri sangat tepat dalam menjadi model pelaksanaan sistem K3 ini yang nantinya akan menjadi contoh atau role model bagi daerah lain,” ungkap Hanif.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga mengajak seluruh kawasan industri dan organisasi pengusaha serta masyarakat untuk berkomitmen memulai melaksanakan sistem K3 itu dalam perusahaan masing-masing secara optimal.

“Saya mengajak seluruh steke holder yang ada di Kepri, mari kita bersama-sa bertekad menjalankan sistem K3 ini di perusahaan masing-masing. Tenaga kerja adalah investasi dan salah satu faktor yang bisa membesarkan perusahaan,” ajak Nurdin.

Walikota Batam, Muhammad Rudi ikut menandatangani Deklarasi Komitmen Bersama Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk Mewujudkan Kepri Provinsi K3 Tahun 2020.

“Agar pelaksanaannya jangan sampai menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” ujarnya.

Menurutnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bukan hanya menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa serta gangguan kesehatan. Tetapi dapat juga mengganggu proses produksi secara menyeluruh bahkan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak pada masyarakat luas.

“Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja,” kata dia.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, kata Hanif, jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun. Tahun 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus. Jumlahnya turun 4,6 persen di 2016 menjadi 105.182 kasus. Dan periode Januari-Agustus 2017 sebanyak 80.392 kasus.

“Perlu upaya nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, secara maksimal,” sebutnya.

Sementara itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan bahwa K3 ini juga dapat membangun karakter pekerja. Sementara Ketua Panitia mengatakan berbagai kegiatan telah dilakukan dalam rangkaian Peringatan Hari K3 Nasional Provinsi Kepri. Di antaranya seminar kesehatan reproduksi perempuan pekerja, kemudian pameran K3, donor darah, hingga jalan sehat di Engku Putri.

Adapun empat butir isi Deklarasi K3 tersebut adalah:

  1. Komitmen Pemprov Kepri untuk meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan peningkatan kemampuan audit keselamatan dan regulasi manajemen K3 yang proaktif dan sistemik berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
  2. Komitmen dunia usaha dunia industri dan asosiasi industri di Kepri untuk mendukung Pemprov Kepri dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dan mengkoordinasikan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan terkait dalam kerangka Global Safety Olan dan Global Saferu Roadmap.
  3.  Komitmen praktisi asosiasi prefesi K3 dan pekerja turut aktif dalam melaksanakan dan merumuskan kebijakan tindak lanjut stategic Action Plan (Rencana Tindak Strategis) oleh Pemprov Kepri sebagai acuan Implementasi K3 serta peningkatan Aspek prosisonalisme dan sertifikasi kompetensi praktisi K3.
  4. Bersama-sama melakukan sosialisasi dan kegiatan lainnya untuk mewujudkan Provinsi Kepri sebagai Provinsi K3 Tahun 2020.(*)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *