Home / Daerah / Batam / Dana Ekspansi Pengusaha di Batam Tertahan
Ketua Koordinator HKI Provinsi Kepri OK Simatupang

Dana Ekspansi Pengusaha di Batam Tertahan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Dana ekspansi yang dimiliki pengusaha di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau tertahan karena syarat yang diterapkan di PMK 229/2017 tentang tata cara pengenaan tarif bea masuk atas barang impor berdasarkan perjanjian internasional terlalu berat.

“Banyak (pengusaha) yang menyediakan dana untuk ekspansi ke pasar dalam negeri, tapi karena syarat yang diterapkan terlalu berat, mereka tidak jadi mengeluarkan dananya,” kata koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Provinsi Kepri, OK Simatupang, Kamis.

Selama ini kata OK produk industri di Kota Batam selalu dipasarkan keluar negeri karena adanya fasilitas Free Trade Zone (FTZ) yang membebaskan bea keluar dan masuk, PPN dan PPNBm.

Sementara mengirim barang dari Batam ke daerah pabean di Indonesia kata OK harus memenuhi ketentuan kepabeanan layaknya ekspor barang. Namun hal itu sangat jarang dilakukan industri di Batam. Selain itu katanya untuk mendapatkan tarif preferensi sangat sulit. Salah satu yang harus dipenuhi adalah industri harus menyediakan IT Inventory yang dikoneksikan dengan sistem Bea Cukai secara online dan real time. Namun kata OK untuk membangun IT Inventory diperlukan biaya yang cukup besar. Pihaknya setuju dengan sistem tersebut, namun platform harus dibuat pemerintah.

“Sehingga ada standarisasi, soal set up IT Inventory sampai sekarang belum ada titik temu,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo mengatakan sistem tidak sesulit yang dibayangkan. Menurut Evy industri hanya perlu menghubungkan sistem inventory yang telah ada dengan sistem informasi kepabean (SIK) miliki Bea dan Cukai secara online dan real time.

“Biasanya perusahaan yang beroperasi di Batam sudah memiliki sistem IT inventory,” katanya.

Karena lanjut Evy sistem tersebut merupakan salah satu komponen paling penting guna mendukung aktivitas produksi perusahaan. Biasanya kata Evy dengan sistem tersebut perusahaan akan muda mengontrol persediaan bahan baku, proses produksi hingga hasil produksi.

“Karena rata-rata pemilik industri di Batam berada di luar negeri dan sistem ini biasanya sudah dibuat online,” pungkasnya.(ant**)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *