Home / Daerah / Batam / BUDAYA BACA DI SEKOLAH : BAGAIMANA CARANYA?
Wagiyem Kepsek SMP Negeri 6 Batam

BUDAYA BACA DI SEKOLAH : BAGAIMANA CARANYA?

Oleh : Wagiyem, S.Pd., M.M (Kepala SMP Negeri 6 Batam)

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan budaya baca tulis (literasi). Budaya baca dan tulis harus menjadi prioritas untuk dijalankan. Sekolah yang semua aktivitasnya tidak terpisah dengan baca tulis harus menjadi perhatian serius. Maju mundurnya pendidikan sangat berpengaruh dari budaya baca dan tulis.

Sekolah memiliki peranan penting membentuk generasi dan mengoptimalkan kemampuan peserta didiknya. Sementara para pemuda Indonesia masih sangat jauh dari harapan tentang minat baca dan tulisnya. Untuk itu perlu diupayakan agar membaca dan menulis menjadi budaya dalam hidupnya.

Berdasarkan statistik UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001%. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Semua negara mewajibkan siswanya untuk membaca sejumlah buku karya sastra, kecuali Indonesia. Siswa SMA Indonesia Tidak wajib membaca buku sastra sama sekali (atau nol buku) sehingga dianggap sebagai siswa yang bersekolah tanpa kewajiban membaca.

Semua fakta ini sangat menggelitik pikiran dan hati kita semua. Dinyatakan oleh Taufik Ismail dalam puisinya bahwa masyarakat kita adalah “Masyarakat yang rabun membaca dan lumpuh menulis.” Hal ini benar-benar menggambarkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang tertinggal jauh dari baca dan tulis. Sedangkan untuk mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tentu harus memiliki minat dan gemar untuk baca tulis.

Era informasi identik dengan era literasi, bahwa berinteraksi, berkomunikasi, bahkan beraktualisasi tidak cukup hanya dinyatakan secara lisan atau orasi tetapi juga secara tertulis harus dilakukan. Literasi (kemahirwacanaan) juga dapat dimaknai sebagai membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini bisa terbangun dengan baik apabila ada pembudayaan baca dan tulis dari pendidikan dini hingga perguruan tinggi.

Kiat-kiat yang dilakukan sekolah untuk dapat mewujudkan budaya literasi adalah:
1. Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan seluruh warga sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat agar mampu mengembangkan potensi diri seutuhnya.
2. Kegiatan membaca dalam waktu pendek, namun sering dan berkala terbukti lebih efektif daripada membaca lebih lama, namun jarang (misalnya, 1 jam/minggu pada hari tertentu).
3. Kunci keberhasilan kegiatan: keberlangsungan dan frekuensi kegiatan, bukan pada jumlah jam dan menit membaca.
4. Kegiatan membaca yang dilakukan secara ajeg dan sering, mampu menumbuhkan kebiasaan membaca.
5. Kegiatan membaca 15 menit bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kapasitas, kondisi, dan budaya lokal sekolah ( Bahan Bimtek PPK, 2016).

Sedangkan prinsip-prinsip 15 menit membaca adalah : kegiatan membaca, (hening dan nyaring), kegiatan tindak lanjut, (diskusi tentang buku), memilih buku yang baik, membangun lingkungan pendukung. Salah satu bentuk kegiatan pembiasaan berupa 15 menit membaca buku non teks pelajaran sebelum pelajaran yang wajib dilakukan sekolah dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya (Permendikbud No.23 Tahun 2016).

Buku bacaan yang layak untuk dibaca perlu memperhatikan :
1. Konten buku mengandung pesan dari nilai-nilai karakter.
2. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan remaja awal (SD/SMP).
3. Genre yang direkomendasikan untuk pemilihan buku bacaan.
a. Picture book
b. Fiksi (cerpen, novel, komik)
c. Non Fiksi (Cerita kehidupan sehari-hari, kisah sejarah, ilmiah popular, majalah, surat kabar, ilmu pengetahuan, olahraga, seni, biografi/otobiografi, motivasi).

Beberapa alternatif sumber daya untuk mendukung literasi adalah :
1. Pelibatan publik
2. Komite Sekolah, orang tua, dan alumni.
3. Komunitas (taman bacaan, perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, dll.)
4. Dunia Usaha (Program CSR)
5. Meminta peserta didik membawa buku bacaan sendiri
6. Guru menyediakan sumber bacaan dari potongan berita di koran atau majalah bekas
7. Guru menerapkan metode membaca nyaring.
8. Bagaimana meningkatkan literasi sekolah?
9. Apakah gerakan membaca 15 menit di sekolah sudah dimulai? Bagaimana pelaksanannya?
10. Bagaimana meningkatkan fungsi kegiatan ekstrakurikuler dalam membaca dan menulis.

Kegiatan tindak lanjut setelah membaca penting dilakukan untuk memastikan bahwa peserta didik menangkap isi buku yang dibaca. Kegiatan tindak lanjut ini dapat berupa kegiatan bincang tentang buku. Kegiatan bincang buku dapat membangun keterikatan emosi antara guru dan peserta didik, dan dapat memotivasi peserta didik untuk terus membaca. Berikut adalah contoh-contoh pertanyaan yang dapat disampaikan guru kepada peserta didik setelah kegiatan 15 menit membaca dalam tahap pembiasaan.

Apakah sekolah sudah membudayakan hal-hal berikut ?
1. Ruang kelas sudah menyediakan dan memajang berbagai bahan kaya teks.
2. Guru kelas melibatkan peserta didik dalam pembuatan bahan kaya teks.
3. Ruang kelas mudah diakses oleh semua peserta didik.
4. Peserta didik terlibat dalam kegiatan yang meningkatkan minat dan budaya literasi melalui kegiatan berbahasa.
5. Ruang kelas tampil menarik, mengundang, nyaman, dengan persediaan alat dan bahan kaya literasi yang mudah diakses.
6. Tenaga pendidik mengajak peserta didik untuk merayakan hari-hari tertentu dengan kegiatan literasi. Misalnya, membuat kartu ucapan sederhana untuk teman yang berulang tahun, kartu ucapan hari besar agama, kartu perkenalan di hari pertama masuk sekolah, kartu perpisahan di hari terakhir sekolah, menjelang liburan akhir semester, dll.

Hal-hal di atas merupakan upaya untuk menciptakan peserta didik berlatih dan menjadi budaya dalam berliterasi. Selamat berliterasi untuk menghasilkan anak negeri yang pengetahuan dan berkemampuan tinggi.

Referensi :
Bahan Bimtek Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) 2016.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kesenian Berbagai Daerah Warnai Sosialisasi Pemilu 2019

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Beragam kesenian ditampilkan dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya dalam Rangka Menyambut Satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *