Home / Daerah / Batam / BRI Meminta Nasabah Mengganti ATM Pita Magnetic ke Teknologi Chip

BRI Meminta Nasabah Mengganti ATM Pita Magnetic ke Teknologi Chip

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Bank Rakyat Indonesia (BRI) meminta seluruh nasabahnya menganti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari teknologi pita magnetik ke teknologi chip guna mengantisipasi tindak kejahatan skimming.

“Kita memang mengimbau seluruh nasabah untuk melakukan migrasi dari ATM lama ke ATM baru yang memikiki chip,” kata Supervisor Layanan Kas BRI Cabang Batam Nagoya, Nazmi Reflinda, di Batam Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.

Nazmi mengatakan pergantian itu dilakukan demi memberikan keamanan bagi nasabah menyusul adanya tindak kejahatan skimming berupa pencurian informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu secara ilegal.Pergantian tersebut katanya dilakukan secara bertahap. Nazmi menambahkan tidak mengetahui pasti apa kriteria nasabah yang diwajibkan untuk menganti kartu ATMnya.

“Ini instruksi dari BRI pusat dan saya belum bisa memberitahukan berapa banyak jumlah nasabah di Batam yang diminta untuk mengganti kartu ATMnya,” kata dia.

Menurut Nazmi notifikasi pemberitahuan akan terus dilakukan melalui SMS, layar ATM BRI, dan akun media sosial BRI. “BRI terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik baik para nasabahnya, hari Minggu juga tetap buka untuk memberikan pelayanan kepada para nasabah,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan pihaknya mengimbau kepada perbankan untuk mengganti kartu ATM yg dimiliki dengan Teknologi Chip Card untuk menghindari kejahatan skimming. Tidak hanya BRI saja tapi seluruh bank yang ada untuk keamanan nasabahnya.

“Peraturan teknis terkait hal tsb sudah dibakukan melalui surat edaran Nomor 17/52/DKSP tanggal 30 Des 2015 perihal Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan penggunaan PIN 6 digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia,” kata Gusti.

Implementasi peraturan tersebut kata Gusti paling lambat harus sudah diterapkan oleh perbankan pada 31 Desember 2021 mendatang. Dengan aturan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya pemalsuan kartu dan pencurian data identitas pada kartu atau skimming. Pihaknya mendukung penuh langkah BRI yang menerapkan aturan tersebut di Batam.

Nasabah BRI Ahmad mendatangi kantor Cabang BRI di Nagoya karena banyaknya kabar terkait informasi skimming tersebut. Dia membenarkan jika kartu ATMnya tidak dapat digunakan. “Saya cek saldo di ATM tapi transaksi gagal, makanya langsung ke sini apalagi baca berita sudah ramai nasabah yang ganti kartu,” pungkasnya.(ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *