Home / EkBis / BPS : Nilai Impor Kepri Turun 17,30 dan Ekspor Naik 3,83 Persen
Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar

BPS : Nilai Impor Kepri Turun 17,30 dan Ekspor Naik 3,83 Persen

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor migas dan nonmigas Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2018 mencapai 847,52 juta dolar Amerika, turun 17,30 persen dibanding impor Januari 2018. Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, nilai impor migas pada Februari 2018 mencapai 123,96 juta dolar Amerika atau turun 48,53 persen dibanding Januari 2018.

“Nilai impor nonmigas pada bulan Februari 2018 sebesar 723,55 juta dolar Amerika, turun 7,71 persen dibanding Januari 2018,” katanya.

Selama Januari-Februari 2018, lanjutnya, impor nonmigas terbesar yakni golongan barang mesin atau peralatan listrik dengan nilai 538,07 juta dolar Amerika atau 35,69 persen dari total impor nonmigas, kemudian mesin-mesin atau pesawat mekanik 167,27 juta dolar Amerika, benda-benda dari besi dan baja 125,62 juta dolar Amerika dan plastik dan barang dari plastik 97,60 juta dolar Amerika. Juga, kapal laut 69,51 juta dolar Amerika, besi dan baja 64,35 juta, alumunium 37,64 juta dolar Amerika, minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian 27,66 juta dolar Amerika, kapal terbang dan bagiannya 26,10 juta dolar Amerika, dan coklat 25,08 juta dolar Amerika.

Sementara nilai Impor, menurut negara asal utama yang terbesar berasal dari Singapura 248,38 juta dolar Amerika, dengan peranan sebesar 32,54 persen. Impor dari negara Singapura pada Februari 2018 tersebut turun sebesar 31,19 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya. Impor dari Singapura pada Februari 2018 naik 16,49 persen dibanding keadaan Februari 2017.

Negara-negara pemasok barang impor ke Kepri lainnya pada Februari 2018 yang mempunyai peran cukup besar antara lain, Tiongkok dengan nilai 173,36 juta dolar Amerika, Jepang 100,39 juta dolar Amerika, Malaysia 80,44 juta dolar Amerika dan Inggris 39,86 juta dolar Amerika.

Juga, Amerika Serikat 24,10 juta dolar Amerika, Jerman 22,00 juta dolar Amerika, Perancis 11,76 juta dolar Amerika, Belanda 2,50 juta dolar Amerika, dan Uni Emirat Arab sebesar 0,44 juta dolar Amerika.

“Nilai impor terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 404,90 juta dolar Amerika, turun 0,97 persen dibanding Januari 2018. Sebaliknya, ketika dibandingkan dengan Februari 2017, nilai impor Kepri naik 122,79 persen,” katanya.

Nilai Ekspor Kepri Naik 3,83 Persen

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor dari Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2018 mencapai 1.061,67 juta dolar AS atau naik 3,83 persen dibandingkan Januari 2018. Kenaikan nilai ekspor Februari 2018 dibandingkan Februari 2017 disebabkan oleh kenaikan ekspor migas sebesar 87,73 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama 2017, jelasnya, ekspor migas dan nonmigas Kepri naik 17,98 persen dari 900 juta menjadi 1.061,67 dolar AS.

Total ekspor kumulatif Januari-Februari 2018 mencapai sebesar 2.084,20 juta dolar Amerika.

“Nilai ekspor tersebut terdiri atas migas yang mencapai 390,20 juta dolar AS atau naik 16,31 persen dibandingkan Januari 2018. Sedangkan ekspor nonmigas Februari 2018 mencapai 671,47 juta dolar AS atau turun 2,27 persen dibanding Januari 2018,” kata Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar di Tanjungpinang, Kepri, Jumat.

“Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Februari 2017, ada kenaikan 8,39 persen yaitu dari 1.922,79 juta menjadi 2.084,20 juta dolar AS. Naiknya nilai ekspor Januari-Februari 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif migas sebesar 44,57 persen,” ucapnya.

Siregar menambahkan selama Januari-Februari 2018, komoditas nonmigas yang nilai ekspornya terbesar adalah golongan barang mesin atau peralatan listrik sebesar 410,74 juta dolar AS dengan kontribusi 30,23 persen.

Golongan barang nonmigas terbesar berikutnya yakni mesin-mesin atau pesawat mekanik 174,11 juta dolar AS (12,82 persen), minyak dan lemak hewan atau nabati 153,92 juta dolar AS (11,33 persen), benda-benda dari besi dan baja 67,38 juta dolar AS (4,96 persen), berbagai produk kimia 67,36 juta dolar AS (4,96 persen), perangkat optik 44,77 juta dolar AS (3,30 persen), coklat 42,50 juta dolar AS (3,13 persen), timah 34,03 juta dolar AS (2,51 persen), minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian 28,94 juta dolar AS (2,13 persen), serta kendaraan dan bagiannya 28,56 juta dolar AS (2,10 persen).

Sementara nilai ekspor ikan dan udang pada Februari 2018 sebesar 1,44 juta dolar AS atau turun 8,12 persen jika dibanding dengan Januari 2018. Begitu pula dibandingkan Februari 2017 juga mengalami penurunan sebesar 19,69 persen.

“Negara tujuan ekspor Kepri pada Februari 2018 dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar 650,50 juta dolar AS. Ekspor ke Singapura itu mengalami kenaikan 18,58 persen dibanding Januari 2018 dan juga mengalami kenaikan 35,49 persen dibandingkan Februari 2017,” katanya.

Siregar menambahkan, tujuan ekspor dengan nilai terbesar kedua adalah Amerika Serikat yakni 62,07 juta dolar Amerika atau turun 4,84 persen dari Januari 2018.

“Negara tujuan ekspor dengan nilai tinggi dan masuk dalam peringkat 10 besar berikutnya yakni Malaysia, Tiongkok, Jepang, Perancis, Bangladesh, India, Thailand, dan Australia. Ke-10 negara tujuan ekspor Kepulauan Riau tersebut mempunyai peran sebesar 86,16 persen terhadap total ekspor Januari-Februari 2018,” ujarnya.

(niko-ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Discovering Resources Tertarik Menginvestasikan USD 10 Juta di Kota Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Perusahaan asal Tiongkok Discovering Resources menyatakan minatnya dan akan menanamkan modalnya sebesar USD10 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *