Home / EkBis / BP Setujui Pasar Induk Dikelola Pemko
Pasar induk Jodoh.

BP Setujui Pasar Induk Dikelola Pemko

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pasar Induk Jodoh akhirnya disepakati untuk dikelola Pemerintah Kota Batam. Kesepakatan itu tercapai setelah melalui proses pembahasan yang alot dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Namun, Pemko Batam hanya mengelola saja, bukan sebagai hak milik. Karena aset itu hanya pinjam pakai saja. Meski status pasar induk itu pinjam Pakai, Wali Kota Batam, HM Rudi enggan menyebut status aset pemko itu disebut pinjam pakai.

“Bukan pinjam pakai, suratnya akan dikeluarkan sekali selama 5 tahun. Kan tidak bisa ditarik (BP) lagi,” ungkap Rudi, di gedung kantor Wali Kota Batam, Selasa (21/3) di Batam.

Menurut pengakuan Rudi, dari pembicaraan terakhir yang disepakati, Pemko Batam akan menggunakan pasar induk Jodoh, selama 5 tahun. Selanjutnya, dilakukan serah terima. Sambil memanfaatkan pasar Induk Jodoh, Pemko Batam juga akan mengurus proses hibah dari Kementerian Keuangan.

”Janji kemarin, 5 tahun. Setelah 5 tahun langsung proses (hibah). Jadi sekarang, bagaimana kita bisa pakai dulu, tidak menunggu serah terima dari Kementerian,” kata Rudi.

Sementara, untuk pembangunan, diakui Rudi akan menggunakan dana APBN. Hanya saja tidak disebutkan nominal anggaran renovasi atau pembangunan pasar induk yang kini kondisinya dinilai sudah tidak layak digunakan lagi.

”Untuk merenovasinya pakai APBN. Dananya ya sebesar-besarnyalah,” imbuh Rudi.

Sehari sebelumnya, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya, Robert M Sinapiar menemui Wali Kota Batam Rudi dan Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad.

Kata Robert, kedatangannya untuk membantu percepatan penyerahan aset pasar Induk dengan skema pinjam pakai sesuai Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

”Hal ini dilakukan sambil menunggu persetujuan Menteri Keuangan sebagai Pengelola Barang Milik Negara untuk hibah aset Pasar Induk,” ungkap Robert.

Sesuai PP itu, pinjam pakai dapat dilakukan selama lima tahun. Diharapkan, persetujuan hibah dari Menteri Keuangan dapat terbit sebelum masa pinjam pakai berakhir.

”Minggu depan BP Batam dan Pemko Batam akan rapat lagi untuk menyiapkan draft perjanjian pinjam pakai,” sambung Robert.

Selain itu, akan dibentuk tim bersama dengan melibatkan BPKP, untuk meng-audit inventarisasi aset Pasar Induk Jodoh. Setelah selesai dibahas, surat perjanjian pinjam akan ditandatangani Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam dengan tempo waktu antara dua sampai tiga minggu ke depan.

”Setelah itu, Pemko dapat membelanjakan pengelolaan dan pengoperasian Pasar Induk. Ini dilakukan untuk mempercepat pengelolaan Pasar Induk Jodoh oleh Pemko Batam,” beber Robert.

Walau menerima pinjam pakai, namun kata Wakil Wali Kota Batam, itu hanya bersifat sementara. Asisten Pemerintahan Pemko Batam, Syuzairi menilai, untuk ke depan pasar induk Jodoh, tidak cukup hanya pinjam pakai.

”Ke depan tidak cukup pinjam pakai. Tidak lucu antara Pemko-BP hanya pinjam pakai. Itu merepotkan untuk kita. Kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit,” harap Syuzairi.

Disebut Syuzairi, pasar induk merupakan aset negara, yang selama difungsikan untuk masyarakat. Harusnya tak ada yang dipermasalahkan. Ke depan diharap aset tak cukup hanya dipinjam pakaikan.

Aset, idealnya benar-benar diberikan ke Pemerintah Kota, sehingga tak menimbulkan masalah ke depannya. Mengenai alasan kenapa harus dihibahkan, hal ini berkaitan dengan penganggaran.

“Supaya tak ada standar ganda. Supaya administrasi ketatausahaan tak repot juga,” cetusnya. (tp)

About admin

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *