Home / EkBis / Biaya Hidup di Batam Termahal ke-5 di Indonesia
Ilustrasi.

Biaya Hidup di Batam Termahal ke-5 di Indonesia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan lima tahun sekali menempatkan Batam sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi kelima. Sebulan, warga Batam dengan satu istri dan dua anak paling tidak menghabiskan Rp 6,3 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Survei ini dilakukan di 82 kota, 49 kabupaten di 33 Provinsi dengan melibatkan 136.080 rumah tangga, masih menempatkan Jakarta sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi, yakni Rp 7,5 juta per rumah tangga per bulan.

Biaya hidup tertinggi kedua dipegang Jayapura sebesar Rp 6,93 juta per rumah tangga per bulan. Menyusul Ternate Rp 6,4 juta, Depok Rp 6,3 juta, lalu Batam.

Di bawah Batam ada Monokwari Rp 6,2 juta, Banda Aceh Rp 6,1 juta, Surabaya Rp 6,0 juta, Pekanbaru Rp 5,8 juta, Makassar Rp 5,7 juta, Bekasi Rp 5,7 juta, dan Tanjungpinang ada di urutan ke-12 dengan biaya hidup 5,7 juta per bulan per rumah tangga dengan empat anggota keluarga.

Sementara untuk biaya hidup terendah adalah Banyuwangi, Jawa Timur hanya Rp 3 juta per bulannya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, Panusunan Siregar mengatakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan Batam masuk lima besar kota dengan biaya hidup tertinggi karena faktor geografis. Sebagai daerah kepulauan, semua bahan logistik dibawa melalui jalur laut. Hal ini mempengaruhi harga yang dibayarkan masyarakat ikut tinggi.

“Ketika suplai terlambat, langsung harga melonjak. Inilah risiko daerah yang kondisi geografisnya kepulauan,” kata Panusunan, Rabu (19/7).

Ia mencontohkan, kenapa Papua masuk dua besar biaya tertinggi di Indonesia. Kondisi geografislah penyebabnya, hampir semua logistik dibawa melalui jalur udara, karena tidak adanya jalur darat yang memadai disana.

“Tak mengherankan ketika satu karung semen dijual Rp 1 jutaan, karena dibawa lewat pesawat,” tuturnya.

Ditambahkannya, sisi konsumsi sehari-hari juga menyebabkan Batam masuk masuk dalam kota dengan biaya hidup tertinggi. Hampir 95 persen kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari luar daerah.

“Sebagai kota industri, itu sebabnya harga manufaktur lebih rendah. Sedangkan kebutuhan lebih mahal dibanding daerah lain,” paparnya.

Selanjutnya kata Panusunan, Batam bukanlah daerah penghasil kebutuhan sembilan bahan pokok. Kebanyakan didatangkan dari luar daerah Batam dan ini membutuhkan biaya tambahan transportasi. Itulah mengapa harga sembako di Batam jauh lebih mahal dibanding daerah lain. Sementara kebutuhannya sendiri sangat tinggi.

“Yang paling dibutuhkan beras, memiliki andil 30 persen. Ketika beras langka dari luar daerah, harga menjadi tinggi,” ungkap Panusunan.

Selanjutnya rokok. Bagi daerah pinggiran di Batam, rokok lebih diutamakan dari biaya sekolah anaknya. Itulah mengapa ketika distribusi terganggu, harga melambung.

Panusunan sendiri tetap yakin posisi Batam dilima besar akan tetap kokoh pada survei 2017-2022 nanti. Sebab, survei lima tahun sebelumnya menjadi dasar penetapan inflasi hingga saat ini.

“Prediksi kita masih kategori tinggi. Itu makanya upah minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi. Karena disesuaikan dengan biaya hidup yang juga tergolong tinggi,” katanya. (bp)

About admin

Lihat Juga

Discovering Resources Tertarik Menginvestasikan USD 10 Juta di Kota Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Perusahaan asal Tiongkok Discovering Resources menyatakan minatnya dan akan menanamkan modalnya sebesar USD10 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *