Home / EkBis / BI Harap Bantuan Non Tunai Kendalikan Inflasi
Kepala Kantor Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau - Gusti Raizal Eka Putra

BI Harap Bantuan Non Tunai Kendalikan Inflasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Bank Indonesia berharap penerapan kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai dapat mengendalikan harga bahan pokok di pasaran sehingga inflasi pun lebih stabil.

“BPNT terkait dengan program pengendalian inflasi karena memperlancar distribusi dan membantu masyarakat pra sejahtera dapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” kata Kepala Kantor Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Kamis.

Menurut Gusti, penyaluran bantuan secara non tunai membuat program pemerintah bisa lebih efisien dan penyalurannya lebih cepat diterima masyarakat.

Kebijakan itu juga turut mendukung program pemerintah untuk meminimalkan transaksi tunai, karena bantuan disalurkan melalui perbankan, menggunakan kartu elektrik khsusus untuk Rumah Tangga Sasaran.

Ia menjelaskan, dana yang disalurkan melalui perbankan itu hanya boleh digunakan untuk membeli bahan pokok yang ditetapkan seperti beras dan gula. Tidak boleh untuk membayar kebutuhan lainnya.

“Uang dalam kartu tersebut tidak bisa digunakan untuk membeli barang yang lain. Hanya untuk tebus beras dan gula. Dan tidak bisa diwakilkan lagi untuk mengambilnya, karena kartunya pakai PIN. Dan nomor PIN tidak boleh diberitahukan ke orang lain,” kata Gusti.

Di Batam, pemerintah bekerja sama dengan BRI dalam penerapan BPNT. Pemerintah mengirimkan uang Rp110 ribu per bulan kepada RTS untuk membeli 10 kg beras dan 2 kg gula di agen yang ditunjuk dengan harga masing-masing Rp8.500 per kg dan Rp12.500 per kg.

Kepala BRI Cabang Batam Centre, Anis Abdul Hakim menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan 340 agen BRI link dan RPK yang terdapat di setiap kelurahan.

Sementara itu, pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah menganjurkan RTS untuk mempergunakan program itu secara maksimal di agen-agen terdekat.

“Setiap agen diberi tugas layani 250 RTS. Kalau misalnya ada beras yang berkutu, RTS bisa minta ganti ke agen. Agen sampaikan ke Dinsos, nanti kita yang koordinasi ke Bulog,” kata Hasyimah. (antara)

About admin

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *