Home / Pendidikan / Belajar Bermurah Hati dengan Mengikuti Kegiatan Pindapatta
Siswa-siswi SDN 007 Lubuk Baja bersama para bhikkhu yang telah melakukan pindapatta

Belajar Bermurah Hati dengan Mengikuti Kegiatan Pindapatta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pada hari sabtu tanggal 11 Februari 2017 pukul 08.00 siswa-siswi SDN 007 Lubuk Baja yang beragama Buddha mengikuti kegiatan pindapatta di komplek Penuin yang diselenggarakan oleh Vihara Grha Buddha Manggala Batam.

Pindapatta merupakan tradisi Buddhis yang telah dilaksanakan sejak zaman kehidupan Sang Buddha Gotama (bahkan sejak jaman para Buddha terdahulu) hingga saat ini. Tradisi Pindapatta ini masih tetap dilaksanakan di beberapa negara, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar dan Srilanka. Sedangkan di negara-negara lain termasuk Indonesia, tradisi ini sudah jarang dilaksanakan disebabkan banyak faktor yang tidak mendukung pelaksanaan kebiasaan ini.

Beberapa faktor tersebut antara lain jumlah Bhikkhu yang tidak banyak, jumlah umat Buddha yang sedikit, dan banyak pula diantaranya yang tidak mengerti serta tidak mengenal tatacara tradisi Pindapatta. Kata Pindapata berasal dari bahasa Pali yang artinya menerima persembahan makanan. Sedangkan yang disebut Patta adalah sejenis mangkok makanan yang digunakan oleh para Bhikkhu/Bhikkhuni.

Pemberian dana makanan kepada para Bhikkhu/Bhikkhuni ini tidak sama dengan pemberian sedekah atau berdana kepada seorang pengemis, peminta-minta, dan sebagainya. Dalam Pindapatta ini seorang Bhikkhu/Bhikkhuni tidak boleh mengucapkan kata-kata meminta, umat secara sadar dan ikhlas, serta semangat bakti memberikan/ mendanakan makanan demi membantu kelangsungan kehidupan suci para anggota Sangha (perkumpulan para bhikkhu/bhikkhuni) dan membantu kelangsungan serta melestarikan Buddha Dhamma (ajaran Buddha) itu sendiri.

Salah satu siswa SDN 007 Lubuk Baja sedang menyerahkan dana makanan kepada bhikkhu Gutha Dhamma Thera

Bagi para Bhikkhu/ Bhikkhuni sendiri, pindapatta ini merupakan cara untuk melatih diri hidup sederhana/ prihatin, belajar menghargai pemberian orang lain, dan melatih Sati (perhatian/kesadaran murni), serta merenungkan bahwa fungsi utama makanan adalah untuk memenuhi kebutuhan badan jasmani agar tidak cepat sakit dan lapuk, bukan untuk kesenangan dan mencari kenikmatan. Sedangkan bagi umat Buddha, pindapatta ini merupakan ladang yang subur untuk menanam jasa kebajikan sebab berdana kepada mereka yang menjalani kehidupan suci merupakan suatu berkah yang utama.

Beberapa hal yang perlu disiapkan untuk berdana saat pindapatta:

  1. Buatlah tekad/niat untuk melakukan perbuatan baik ini, tanpa tekad/niat yang kuat biasanya selalu ada halangan untuk melakukannya.
  2. Siapkan dana berupa makanan/minuman yang akan didanakan sesuaikan dengan kemampuan melepas anda.
  3. Berbahagialah sebelum berdana. hindari pikiran yang tidak baik.
  4. Tidak memakai alas kaki, karena para bhikkhu yang berpindapatta yang secara sila/peraturan atau Praktik Dhamma lebih tinggi dari umat awan tidak menggunakan alas kaki, maka dengan itu kita selaku umat juga tidak mengenakannya.
  5. Berbahagialah saat berdana, kondisikan terus kebahagiaan saat anda melepaskan dana anda pada mangkuk patta, bisa sambil memberikan salam kepada bhikkhu tersebut.
  6. Berbahagialah setelah berdana.
  7. Bertekadlah dengan mengucapkan “Semoga setelah melakukan perbuatan baik ini (bukan meminta) jasa-jasa kebajikan yang telah dilakukan melimpah pada para leluhur.

Bhikkhu adalah rohaniawan agama Buddha yang meninggalkan kehidupan keduniawian. Para Bhikkhu yang setelah memasuki kehidupan sucinya sudah tidak lagi melakukan kegiatan duniawi seperti bekerja atau mencari uang, untuk itu agar dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperti makanan, mereka lakukan dengan berpindapatta.

Namun kegiatan ini dilakukan tidak semata-mata untuk “mencari makan”. Para Bhikkhu yang menerima pemberian dimangkuk (patta nya) sesungguhnya “Memberi” kepada para umat. Dalam hal ini bermaksud memberi kesempatan para umat untuk dapat melakukan perbuatan/kamma baik. Karena dengan berdana para umat dapat melatih diri tentang berbagi dan melepas keserakahan.

Siswa-siswi SDN 007 Lubuk Baja bersama panitia pindapatta Vihara Grha Buddha Manggala Batam

Jadi merupakan kesempatan besar bagi umat apalagi sampai rumahnya disinggahi oleh para Bhikkhu atau Samanera yang melakukan pindapatta. Dalam menjalani kehidupan sebagai samana tidak lagi mengkonsumsi makanan sejak pukul 12:00 siang sampai dengan terbitnya matahari diesokan harinya.

Tujuan mengajak siswa-siswi SDN 007 dalam kegiatan ini adalah untuk mengenalkan sosok rohaniawan agama Buddha serta melatih anak untuk bermurah hati, peduli dengan sesama. Atas dukungan dari kepala Sekolah SDN 007 Lubuk Baja Bapak Ravios, S.Pd., M.Si kami mendapat kesempatan untuk melakukan kebajikan ini. Harapan saya dengan melatih anak-anak berdana akan menjadikan mereka dikemudian hari terbiasa untuk belajar melepas yang ia miliki dan mengikis keserakahan.

Ditulis oleh Warinah, S.Ag (Guru Pendidikan Agama Buddha SDN 007 Lubuk Baja)

About admin

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *