Home / EkBis / Batam Waspadai Kebijakan Trump
Kepala BP Batam - Hatanto Reksodipoetro

Batam Waspadai Kebijakan Trump

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro memperhitungkan kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diyakini bakal berpengaruh bagi perdagangan dan industri FTZ Batam.

Hatanto lantas mengingatkan investor di Batam untuk tetap mewaspadai kebijakan Trump yang memproteksi ekonomi dalam negerinya. “Saya hanya mengingatkan saja. kedepan kita tidak boleh kehilangan kewaspadaan,” ujar Hatanto.

Sikap Donald Trump yang Proteksionis sudah ditunjukan sejak dia diambil sumpah sebagai Presiden Amerika. Presiden Donald Trump menggarisbawahi pendirian proteksionisnya dalam perdagangan.

Trump telah menandatangani Keputusan Presiden untuk menarik diri dari Kemitraan Trans Pasifik (TPP). Bukan itu saja Trump juga akan merenegosiasikan Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) bersama dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko.

“Secara resmi Trump menegaskan bahwa dia lebih membela Amerika dibanding siapapun,” ungkapnya.

Sikap proteksionis Donald Trump diprediksi akan diikuti permasalahan-permasalahan yang lebih besar, terutama yang berkaitan dengan ekspor dan impor. Apalagi bila Donald Trump menjalankan kebijakan proteksi terhadap barang-barang yang berasal China.

Salah satu kebijakan yang akan dilakukan oleh Trump menaikkan tarif impor barang yang berasal dari Negeri Tirai Bambu sebesar 45 persen dan dari Meksiko sebesar 35 persen. Kondisi ini akan membuat China kesulitan mengekspor barangnya ke Amerika.

Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi China. Imbasnya juga akan sampai ke Indonesia, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi ekspor Indonesia ke China. Dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat, maka ekspor Indonesia ke China dipastikan berkurang. Padahal China merupakan salah satu pasar ekspor terbesar.

Jika kebijakan pajak ekspor yang tinggi diberlakukan kepada China dan Meksiko, tak menutup kemungkinan kebijakan yang sama juga akan diterapkan kepada negara lainnya. Jika kebijakan itu diberlakukan untuk Indonesia, maka dipastikan ekspor dari Indonesia ke AS bisa menurun. Sebagai informasi, AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar Kepri setelah Singapura.

Baca Juga  Faktor Penyebab Donald Trump Menang dari Hillary Clinton

Untuk mengurangi dampaknya kepada Batam, maka Hatanto menyarankan agar Industri di Batam mulai mengalihkan ke permintaan domestik. Caranya adalah dengan mengupayakan industri untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Kalau tak bisa memanfatkan luar negeri sebagai ekspor, maka harus bisa memanfatkan keuntungan dari domestik demand (Permintaan Dalam Negeri). Dengan demikian, diharapkan masyarakat sendiri bisa menjadi pembeli dari barangnya.

“Untuk itu cost harus dibuat semurah mungkin dari kacamata Industri,” ujarnya. (sindo)

About admin

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *