Home / Budaya / Bahasa Melayu Dikaji Oleh 129 Pusat Perguruan Tinggi Dunia

Bahasa Melayu Dikaji Oleh 129 Pusat Perguruan Tinggi Dunia

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Pada abad ke-18 bahasa Melayu telah setara dengan bahasa-bahasa penting di Eropa: Perancis, Latin, dan Italia (Francois Valentijn). Kini di Indonesia bahasa Melayu telah menjadi bahasa nasional dan bahasa negara. Kedudukan dan fungsinya makin penting ke depan ini, terutama, untuk memelihara persatuan bangsa, pelaksanaan administrasi pemerintahan, pengantar pendidikan, pengembangan sains dan teknologi, serta pengembangan kebudayaan. Di Eropa sekarang bahasa Indonesia banyak dipelajari sebagai bahasa asing atau bahasa kedua. Di Australia bahasa Indonesia diajarkan sebagai bahasa kedua.

durbar5

Ada 129 pusat perguruan tinggi dunia yang menawarkan pengkajian bahasa Melayu di 42 negara (Eropa, Amerika, Asia Timur, dan Timur Jauh). Di RRC bahasa Melayu dipelajari Universitas Peking, Universitas Pengkajian Bahasa-Bahasa Asing Beijing, Universitas Komunikasi China Beijing, Universitas Pengkajian Asing Guangdong (di Guangzhou), Universitas Bangsa-Bangsa Guangxi (di Nanning), dan Universitas Bangsa-Bangsa Kunming (Provinsi Yunnan).

Bahasa Melayu yang dibina di Kepulauan Riau, berpusat di Pulau Penyengat itulah yang menjadi asal-muasal bahasa Indonesia. (Bung Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam tulisan beliau yang berjudul Dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia, yang dimuat dalam Pelangi: 70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana (yang terbit tahun 1979), menegaskan bahwa pada permulaan abad ke-20 ini bahasa Indonesia belum dikenal. Yang dikenal sebagai lingua franca ialah bahasa Melayu Riau. Orang Belanda menyebutnya Riouw Maleisch. Ada yang menyebutkan berasal logat sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Penyengat dalam lingkungan Pulau Riau.

Perkembangan Bahasa Melayu

Melayu Kuno (Sriwijaya)

Orang China menyebutnya bahasa Kun Lun; orang India menyebutnya Dwipantara. Mulai diperkaya dengan bahasa Sansekerta. Menjadi bahasa resmi pemerintahan, bahasa agama, ilmu pengetahuan, komunikasi sehari-hari, perdagangan, dan bahasa internasional di Asia Tenggara.

Melayu Klasik 

  1. Melaka
  2. Riau-Lingga- Johor-Pahang
  3. Riau-Lingga

Diperkaya dengan bahasa Arab. Menjadi bahasa resmi pemerintahan, bahasa agama, ilmu pengetahuan, perdagangan, komunikasi sehari-hari, dan bahasa internasional di Asia Tenggara. Bahasa kedua terpenting di dunia Islam.

Melayu Modern

Modern Bahasa Melayu mulai digunakan di dalam pergerakan nasional. R.M. Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada 28 Agustus 1916 dalam Kongres Pengajaran Kolonial di Den Haag, Belanda, mengusulkan bahasa Melayu dijadikan bahasa nasional setelah Indonesia merdeka kelak. Pada Kongres I Pemuda Indonesia 2 Mei 1926, Muh. Yamin mengusulkan nama bahasa Melayu, sedangkan M. Tabrani mengusulkan nama baru bahasa Indonesia. Kongres menerima nama bahasa Indonesia. Nama ini dikukuhkan dalam Kongres II Pemuda, 28 Oktober 1928. Setelah Indonesia merdeka, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional dan bahasa negara.

Sumber : Dinas Kebudayaan Propinsi Kepulauan Riau.

(ditulis ulang oleh : sw)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *