Home / Budaya / Babak Akhir Pengajuan Pahlawan Nasional
Kurniawati dari TP2GP dan Abdul Malik sedang meninjau situs Istana Kota Rebah di Tanjungpinang, Kamis (7/9) kemarin.

Babak Akhir Pengajuan Pahlawan Nasional

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) beserta perwakilan dari Kementerian Sosial RI meninjau langsung sejumlah situs peninggalan Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjungpinang, Kamis (7/9) kemarin. Di antaranya situs Kota Rebah yang merupakan istana Sultan Mahmud sebelum berpindah ke Lingga. Lalu dilanjutkan menuju ke Penyengat.

“Karena pulau tersebut merupakan mahar Sultan Mahmud untuk Engku Puteri. Selain itu, juga akan meninjau beberapa bekas benteng yang digunakan ketika berperang melawan Belanda,” kata Kepala Dinas Sosial Kepri, Doli Boniara.

Tidak berhenti di Tanjungpinang. Doli melanjutkan, TP2GP beserta Kemensos RI akan diajak meninjau sejumlah situs di Lingga, Jumat (8/9) ini. Mulai dari ziarah ke makam Sultan Mahmud, Benteng Bukit Cening, Benteng Kuala Daik, perkebunan sagu, dan museum Linggam Cahaya.

“Jika masih sempat, juga akan mengunjungi Benteng Pulau Mepar dan bekas penggalian timah di Dabo Singkep, dan juga ke Pulau Mahmud,” ujarnya.

Kegiatan selama tiga hari ke depan ini, kata Doli, merupakan babak akhir dari pengajuan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan nasional. Setelah proses panjang pengumpulan bukti-bukti yang dijilid tebal dalam berkas pengajuan, TP2GP dan Kemensos RI pada akhirnya memverifikasi langsung bukti tersebut di lapangan.

Anggota TP2GP, Kurniawati membenarkan hal tersebut. Seluruh berkas administrasi pengajuan pahlawan nasional itu kini tinggal menunggu hasil verifikasi faktual di lapangan untuk kemudian dapat disampaikan dalam rapat terakhir TP2GP pada awal Oktober mendatang.

“Kami ingin melihat langsung situs-situs dan bukti-bukti perjuangan Sultan Mahmud di sini. Hasil peninjauan ini kemudian akan dirapatkan kembali oleh TP2GP untuk kemudian diserahkan kepada presiden,” jelas dosen UNJ ini ditemui di Tanjungpinang, kemarin.

Pada tahun ini, sambung Kurniawati, ada sembilan nama calon pahlawan nasional yang diajukan. Selain Kepulauan Riau, termasuk di antaranya adalah DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan daerah lain. Atas sembilan nama tersebut, kata dia, juga sedang dilakukan proses verifikasi faktual di masing-masing daerah.

“Saya kira, semua peluangnya sama. Karena berkasnnya sudah lengkap, makanya sekarang TP2GP meninjau langsung ke lapangan. Soal nanti hasilnya bagaimana, akan terjawab ketika rapat finalisasi awal Oktober nanti,” terangnya.

Hasil dari rapat itu merupakan keputusan akhir kelayakan sebuah nama ditetapkan sebagai pahlawan nasional untuk kemudian menjadi sebuah rekomendasi yang akan diteken oleh Presiden Joko Widodo sebelum Hari Pahlawan yang diperingati 10 November.

“Kami berharap Pak Jokowi tidak sekadar menetapkan satu nama saja sebagai pahlawan nasional tahun ini. Untuk itu TP2GP akan mengirim surat rekomendasi tersebut,” ujar Kurniawati.

Sultan Tiga Negara

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepri, Abdul Malik menegaskan, jasa-jasa dan segala bentuk perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah sudah lebih dari cukup untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Siasat perangnya, siasat politiknya, dan termasuk perlawanannya terhadap Belanda.

“Apalagi Sultan Mahmud juga satu-satunya raja atau sultan yang berkuasa atas tiga negara di Asia Tenggara. Mulai dari Singapura, Malaysia, dan berkedudukan di Indonesia,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, kecerdasan bersiasat serta kebijakan Sultan Mahmud dalam memajukan Johor-Riau-Pahang kala itu bisa menjadi teladan besar bagi Kepulauan Riau. Baik itu dari strategi ketahanan maupun pembangunan ekonominya.

Malik berharap, kerja keras yang sudah dilakukan TP2GD Kepri bisa membuahkan hasil pada November mendatang. Selain sebagai kali pertama Pemprov Kepri mengusulkan calon pahlawan nasional, juga perlu mengingat bahwasanya ini adalah tahun kedua pengusulan Sultan Mahmud sebagai pahlawan nasional.

“Karena kalau tahun ini tertolak juga, maka tidak bisa lagi diajukan,” pungkas Malik. (jm)

About admin

Lihat Juga

TMII Riau Pavilion Malay House

Pantun Nasehat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, [Batam] – Tahukah Anda bahwa masyarakat Indonesia juga memberikan pendidikan moral kepada generasi bangsa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *