Home / Budaya / Arsitektur Mesjid Penyengat Dari Tahun Ketahun

Arsitektur Mesjid Penyengat Dari Tahun Ketahun

HANGTUAHNEWS.CO.ID  Masjid Sultan Riau yang masih berwarna sebagaimana warna aslinya yaitu warna kuning pucat atau hampir menyerupai warna putih telur ini kelihatan lebih elegan dan memancarkan aura tersendiri dibandingkan renovasi warna yang dilakukan sekarang, karena membuat masjid memiliki warna yang sama dengan gedung bersejarah dan komplek makam lainnya di Pulau Penyengat.

Padahal tidak seharusnya segala bangunan yang dibangun oleh Kesultanan itu harus diwarnakan dengan warna kuning sebagaimana halnya terjadi dengan Masjid Raja Abdul Ghani di Pulau Buru, yang dibeberapa artikel lama mengungkapkan bahwa masjid tersebut berwarna putih. Masjid Sultan Riau yang sejatinya dibangun pada tahun 1803 Masehi oleh Sultan Mahmud Syah. Jadi bangunan pertama yang dikerjakan ketika menjadikan Pulau Penyengat sebagai ibu kota pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga.

Lalu tepat pada 1 Syawal 1249 Hijriyah atau tahun 1832 Masehi, dilakukan renovasi besar-besaran atas inisiasi Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdul Rahman. Bukan demi agar terlihat lebih agung dan gagah sebagai rumah ibadah. Raja Abdul Rahman menginginkan masjid bisa menampung lebih banyak jamaah yang berbondong-bondong menunaikan salat usai azan berkumandang. (zs)

Baca Juga  Wisata Religi Masjid Raya Sultan Riau Masjid Tua Bersejarah Tradisi Unik

About Zahriful Syahrizan

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *