Home / Internasional / Arab Saudi Akan Mengeluarkan Visa Turis di Tahun 2018
Madain Saleh, makam kuno yang dilindungi oleh UNESCO (by HASSAN AMMAR-AFP)

Arab Saudi Akan Mengeluarkan Visa Turis di Tahun 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID,  – Ketika mendengar Arab Saudi, yang terbayang adalah ibadah haji dan umrah bagi umat muslim. Namun, baru-baru ini, negara itu mulai membuka diri, tak melulu untuk kegiataan keagamaan yang hanya mengundang jutaan umat Islam dari seluruh dunia ke sana. Kerajaan Arab Saudi kini mencoba menarik perhatian turis konvensional. Di antaranya membuka sejumlah destinasi wisata non-religi. Yang terbaru, Riyadh akan mengeluarkan visa turis bagi mereka yang tertarik mengunjungi negara itu.

“Sasarannya adalah orang-orang yang ingin benar-benar mengalami bagaimana rasanya berada di negara ini dan menyesapi kebesaran Arab Saudi,” kata Pangeran Sultan bin Salman, kepala komisi pariwisata dan warisan nasional Saudi, mengatakan kepada Richard Quest dari CNNMoney, yang dikutip pada Kamis (23/11/2017).

Arab Saudi berencana menerbitkan visa turis pertamanya pada 2018, kata pangeran tersebut. Visa sebelumnya terbatas pada orang-orang yang bepergian ke Arab Saudi untuk bekerja atau mengunjungi tempat-tempat sucinya. Menarik wisatawan adalah rencana utama negara itu untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak. Usaha ini bertujuan untuk menarik 30 juta pengunjung per tahun pada tahun 2030, naik dari 18 juta pada 2016, dan menginginkan belanja pariwisata tahunan mencapai US$ 47 miliar pada 2020. Untuk itu, beberapa proyek ambisius telah diumumkan dalam beberapa bulan terakhir.

Arab Saudi berencana untuk membangun resor di sekitar 100 mil dari garis pantai berpasir Laut Merah, dan ingin membuka Six Flags (SIX), sebuah wahana wisata pada 2022. Red Sea Initiatives atau Prakarsa Laut Merah menarik perhatian miliarder Richard Branson saat tur kerajaan baru-baru ini. Salah satunya, kunjungan Branson ke makam kuno di Madain Saleh, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO. Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang sedang melakukan perbaikan ekonomi, juga telah mengumumkan rencana untuk membangun kota metropolitan senilai US$ 500 miliar yang akan melintasi perbatasan Arab Saudi sampai ke Mesir dan Yordania.

Meski demikian, rencana “bombastis” wisata Arab Saudi ini masih sedikit diragukan. Pasalnya, Riyadh dikelilingi sejumlah negara yang bermasalah dengan keamanan.

“Arab Saudi memiliki potensi wisata yang luar biasa karena suhu, warisan sejarah, dan budaya yang semarak, keindahan alam dan kehidupan laut yang kaya,” kata Nikola Kosutic, manajer riset senior di Euromonitor.

“Namun, Saudi dikelilingi oleh negara-negara yang secara politis tidak stabil di mana keamanan selalu menjadi masalah.”

Situasi keamanan merupakan tantangan terbesar bagi impian pariwisata Arab Saudi. Hal itu digarisbawahi pada Selasa lalu, ketika Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan sebuah travel warning terbaru. Travel warning itu memperingatkan warga AS “untuk mempertimbangkan dengan hati-hati risiko perjalanan ke Arab Saudi dengan alasan ancaman dari kelompok teroris seperti ISIS dan serangan rudal dari pemberontak Yaman terhadap sasaran sipil.”

“Ancaman teroris terus berlanjut di seluruh Arab Saudi, termasuk di kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Dhahran, dan serangan bisa terjadi tanpa peringatan di mana pun di negara ini,” kata Departemen Luar Negeri.

Orang asing lainnya mungkin juga terhalang oleh ketidakpastian tentang bagaimana berperilaku saat mengunjungi kerajaan. Selama beberapa dekade, Arab Saudi telah menerapkan peraturan Islam yang ketat mengenai kode pakaian dan pemisahan gender. (**)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Sikap Trump Tentang Yerusalem Bisa Memicu Perang Dunia III

HANGTUAHNEWS.CO.ID, – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *