Home / Peristiwa / Apindo Kepri Meminta Pemko Batam Tidak Menetapkan Upah 2018
Ketua Apindo Kepri, Cahya.

Apindo Kepri Meminta Pemko Batam Tidak Menetapkan Upah 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau meminta Pemerintah Kota Batam tidak menetapkan upah minimum pada 2018, karena akan menambah beban pengusaha di tengah ekonomi yang sulit. “Apindo meminta supaya UMK (upah minimum kabupaten/kota) tidak ditetapkan pada tahun 2018 ini supaya jangan menambah beban operasi perusahaan yang sudah semakin berat,” kata Ketua Apindo Kepri Cahya melalui pesan singkat yang diterima di Batam, Rabu.

Ia berharap pemerintah bersikap bijak menghadapi tuntutan penerapan UMK dengan tidak hanya memperhatikan kesejahteraan pekerja, melainkan juga keterbatasan pengusaha.  Sepanjang 2017, pertumbuhan ekonomi Batam hanya bekisar dua persen, terjun bebas dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang mencapai tujuh persen. Menurut Cahya, pengusaha dan penanam modal harus dijaga, apalagi saat ekonomi lemah seperti sekarang.

“Apindo meminta agar pemerintah lebih bijak mengambil keputusan terkait UMK Batam ini mengingat kondisi Ekonomi Batam yang masih terpuruk. Keberadaan perusahan dan investasi harus dipertahankan supaya lapangan pekerjaan bisa terus terjaga,” kata dia.

Sebelum UMK diterapkan saja, upah minimum kota Batam sudah tinggi, bahkan, melebihi Malaysia, kata Cahya. Dengan tingginya UMK, maka kawasan industri Batam sulit bersaing menarik investor masuk.

“Sejumlah perusahaan akan hengkang dari Batam ke sana jika kondisi kita semakin tidak menentu,” kata dia.

Ia bercerita, kondisi Ekonomi Kota Batam yang sedang mengalami perlambatan signifikan, membuat perusahaan mengalami kesulitan operasi. Bahkan, kata Cahya, sebanyak 74 perusahaan tutup pada tahun 2017. Menurut dia, PP 78 Tahun 2015 tidak mengharuskan penetapan UMK. Peraturan itu hanya menganjurkan UMK bisa ditetapkan untuk sektor-sektor unggulan, apabila memungkinkan dan tidak wajib ditetapkan.

“Jika ditambah lagi dengan beban UMK pada tahun ini maka akan semakin banyak perusahaan yang tutup di Batam. Apindo sudah berusaha mewujudkan UMSK Batam tahun 2017 dengan menyetujui lima sektor pada waktu itu. Namun pihak pekerja tidak bisa menyepakati dalam forum rapat itu,” kata dia. (Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *