Home / Daerah / Batam / Apa Justice Collaborator

Apa Justice Collaborator

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak merilis nama-nama pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum atau Justice Collaborator (JC) terkait dengan jumlahnya yang mencapai ratusan dalam periode 2013-Juli 2016.

Hasil penelitian Center For Detention Studies (CDS) mengungkap kejaksaan  sebagai institusi yang paling ‘rajin’ mengeluarkan status JC. Terhitung sejak 2013 atau tepat setelah PP Nomor 99 Tahun 2012 mulai berlaku, hingga Juli 2016, kejaksaan sudah mengajukan 670 JC.

Jumlah itu sangat banyak jika dibandingkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejak tahun 2013 hingga Juli 2016, KPK hanya mengajukan satu JC.Peneliti Insititute For Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu menilai jumlah JC yang dikeluarkan oleh kejaksaan itu cukup mengejutkan mengingat status JC pada dasarnya tidak boleh dikeluarkan secara sembarangan.

Label JC juga hanya bisa dilakukan saat proses penuntutan serta dinyatakan secara resmi dalam tuntutan. “Kalau di luar skema itu, maka JC yang dikeluarkan tadi bisa jadi hanya untuk memfasilitasi remisi saja,” kata Erasmus di Jakarta, Selasa (16/8).

Atas hal itu, Erasmus mendesak pihak kejaksaan merilis nama-nama warga binaan lembaga permasyarakatan yang menerima status JC. “Hal ini perlu ditelusuri, sebagai awal kita perlu telusuri siapa saja terpidana korupsi setelah tahun 2012 (berdasarkan Permen) yang mendapatkan status dari aparat penegak hukum terutama jaksa, polisi dan KPK,” kata Erasmus.

About admin

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *