Home / Daerah / Batam / Amsakar Menanyakan Realisasi KEK ke Menko Perekonomian
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Amsakar Menanyakan Realisasi KEK ke Menko Perekonomian

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menanyakan tentang realisasi transformasi Free Trade Zone (FTZ) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pertanyaan ini disampaikan ke Menko Perekonomian, Darmin Nasution dalam rapat koordinasi pemerintah, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia di Radisson Hotel Batam, Jumat (13/4).

“Kapan KEK dikonkritkan. Karena kalau jadi KEK, semua jadi pasti. Institusi mana yang memainkan peran di mana,” kata Amsakar.

Menurutnya tak hanya Pemerintah Kota Batam, pengusahan pun menunggu kepastian transformasi FTZ ke KEK tersebut. Selama dua tahun Batam menunggu langkah konkrit dari rencana ini. Poin kedua yang disampaikan yaitu soal kemudahan berinvestasi. Amsakar mengatakan telah banyak kemudahan yang diberikan bagi investor di Batam Seperti Kemudahan Layanan Investasi Konstruksi (KLIK), dan yang terbaru adalah hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP).

“MPP ini mengintegrasikan perizinan. Ini upaya yang kita lakukan Pak Menko, untuk menggesa pertumbuhan ekonomi. Namun kami tetap hadapi persoalan, antara lain kepastian hukum,” ujarnya.

Kehadiran MPP juga sebagai upaya membangun sinergitas antara Pemko Batam dengan institusi lain termasuk Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pelayanan terhadap masyarakat juga diupayakan untuk dipercepat. Serta pembangunan dilakukan agar Batam memiliki daya tarik investasi.

Masalah lain yang disampaikan adalah soal perburuhan. Amsakar mengatakan aksi terakhir yang dilakukan buruh lebih kepada tuntutan terhadap upah minimum sektoral. Menurutnya masalah upah ini bisa diatasi jika harga komoditas ditekan.

“Soal harga cukup ruwet. Karena Batam bukan daerah produsen. Kalau kami didukung, komoditas strategis bisa masuk melalui tangan importir, sehingga harga bisa dikendalikan. Soal kenaikan upah sektoral dapat sedikit banyak dieliminir,” sebut mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam ini.

Tiga Bulan kedepan Ada Wilayah Batam Menjadi KEK

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berjanji dalam tiga bulan ke depan sudah ada wilayah Batam yang berubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kita coba cari jalan yang simpel. Mulai dari zona mana yang paling siap. Maksimal tiga bulan sudah ada zona tertentu di wilayah Batam yang jadi KEK,” kata Darmin dalam Diskusi Publik Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri di Hotel Radisson Batam, Jumat (13/4).

Menurutnya untuk pertama ini akan ditunjuk satu lokasi terlebih dulu. Setelah satu berjalan, barulan menyusul titik-titik lain. Adapun berdasarkan hasil identifikasi sementara, ada lima zona yang bisa dikembangkan menjadi KEK di Batam. Jumlah itu, kata Darmin, bisa saja berubah.

“(Zonanya di mana) Tunggu saja. Yang pertama akan segera diresmikan,” kata dia.

Darmin mengatakan kawasan industri yang ada di Batam sekarang bisa memilih akan menjadi KEK atau tidak. Tapi menurutnya KEK memiliki beberapa fasilitas yang lebih dibanding Free Trade Zone (FTZ) sekarang. Sementara fasilitas FTZ seperti bebas PPN dan bea masuk juga ada di KEK.

“Kalau tetap ingin jadi kawasan industri boleh. Tapi jangan cemburu kalau fasilitas KEK jadi lebih bagus,” ujarnya. (kartika-mcb)

 

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Forum PLKP Kepri Berencana Membangkitkan Pariwisata Edukasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Provinsi Kepri akan membangkitkan pariwisata edukasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *