Home / EkBis / Investasi / 800 Hehtare Lahan Free Trade Zone Tanjungpinang Akan Ditanami Bibit Jagung
Kepala Badan Pengusahaan FTZ Tanjungpinang, Den Yealta.

800 Hehtare Lahan Free Trade Zone Tanjungpinang Akan Ditanami Bibit Jagung

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjung Pinang – Bibit jagung direncanakan akan ditanam di atas lahan seluas 800 hektare di Tanjung Moco, satu dari dua kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kepala Badan Pengusahaan FTZ Tanjungpinang, Den Yealta, yang dikonfirmasi di Tanjungpinang, Minggu, membenarkan jika Tanjung Moco di Pulau Dompak masuk dalam FTZ.

“Saya ada dengar rencana itu (pertanian jagung pipil),” katanya.

Ia mengatakan, kawasan di Tanjungpinang Moco yang masuk FTZ hanya sekitar 1.200 hektare. Dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah sudah ditegaskan Tanjung Moco masuk dalam FTZ. Konstruksi pemikiran yang diterjemahkan dalam RTRW tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Lahan yang digunakan untuk pertanian bukan milik kami, tetapi semestinya pemanfaatan lahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Ahmad Izhar, mengatakan, bibit jagung pipil yang akan diberikan Pemerintah Kepri kepada kelompok tani di Kota Tanjungpinang akan ditanam di kawasan bekas tambang bauksit. Bibit jagung itu akan ditanam di lahan bekas tambang bauksit di Tanjung Moco, Tanjungpinang.

“Kami akan memberi bantuan bibit jagung pipil dan pupuk kepada kelompok tani. Kelompok tani dapat bekerja sama dengan pemilik lahan untuk mengembangkan usaha pertanian tersebut,” ucapnya.

Ia menyatakan, penanaman jagung pipil lebih baik di atas lahan bekas tambang bauksit. Karena itu, lahan yang digunakan seluas 800 hektare di Tanjung Moco, Pulau Dompak.

“Satu hektare dialokasikan anggaran sebesar Rp1.450.000 khusus untuk bibit. Kalau lahan kerja sama antara kelompok tani dengan pemilik lahan,” katanya.

Ia mengemukakan, pekerjaan tersebut juga melibatkan Korem 033/Wira Pratama. Namun tidak dijelaskan secara terperinci apa kontribusi yang diberikan Pemprov Kepri kepada Korem 033/Wira Pratama. Ahmad Izhar hanya menginformasikan Korem 033/Wira Pratama menyediakan alat pertanian dan tenah yang dibutuhkan.

“Bolehlah (kerja sama antara Pemprov Kepri dengan Korem 033). Sedangkan pertanian padi saja di beberapa daerah, boleh melibatkan TNI AD,” katanya. (pradanna-ant)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengangkat Potensi Penyengat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 25 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *