Home / Internasional / 50 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia – Singapura

50 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia – Singapura

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Pada tahun 2017 mendatang merupakan tahun ke-50 jalinan hubungan bilateral antara Negara Indonesai dengan Negara tetangga se ASEAN Singapura. Apa saja yang sudah dicapai oleh kedua negara selama hubungan tersebut?

Dalam hal investasi, Singapura memang merupakan negara yang masih mempunyai peran besar di Indonesia. Selama bulan Januari hingga September 2016 saja, nilai investasi Singapura di Indonesia telah mencapai USD 7,1 miliar. Nilai tersebut naik 44 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 lalu. Salah satu bentuk kerjasama investasi antara kedua negara adalah Kendal Industrial Park.

Saat bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Wisma Perdamaian Semarang Presiden Joko Widodo mengatakan ’’Perdana Mentari Lee dan saya sepakat bahwa kerjasama ini (Kendal Industrial Park) akan menjadi ikon baru hubungan bilateral.’’

Sebaliknya, Jokowi menjelaskan kepada Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengenai reformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Indonesia dua tahun belakangan. Hal ini melahirkan semangat baru bagi kedua pemimpin tersebut untuk sepakat meningkatkan kerjasama ekonomi, termasuk di bidang perdagangan. Selain lebih meningkatkan lagi kerjasama dalam bidang investasi, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerjasama di bidang pariwisata. Khususnya, dalam hal pengembangan destinasi wisata baru di Indonesia.

’’Singapura merupakan mitra penting Indonesia di berbagai bidang. Tahun depan Indonesia dan Singapura akan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik,’’ lanjut presiden Joko Widodo.

Hal senada juga disampaikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Dia kembali menegaskan bahawa Negara Singapura dan Negara Indonesia merupakan tetangga sekaligus mitra dekat.

’’Ini pertemuan resmi pertama saya dengan Presiden Jokowi. ini kesempatan yang baik bagi kita untuk membahas bagaimana meningkatkan hubungan,’’ ujarnya.

Negara Singapura telah melakukan investasi di sejumlah bidang di Indonesia. Dalam bidang Industri, Singapura berinvestasi di beberapa wilayah Indonesia seperti di Batam, Bintan, Karimun, Kendal, dan sejumlah daerah lain. Begitu juga dalam bidang pariwisata, Negara Indonesia dan Negara Singapura berupaya untuk selalu meningkatkan arus wisatawan ke negara masing – masing. Termasuk dengan membuka rute kapal pesiar. Kemudian, Singapura juga mengambil bagian dalam proyek infrastruktur listrik 35 ribu MW. Selain itu kedua belah pihak juga membentuk sebuah asosiasi bisnis antara kedua negara dan kerjasama di bidang pencegahan terorisme.

Usai pertemuan, Presiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk meninjau proses pembuatan batik di Wisma Perdamaian. Begitu juga dengan ibu negara Iriana yang mendampingi Istri Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Ho Ching. Dalam kesempatan tersebut Perdana Menteri Lee Hsien Loong juga menyempatkan diri untuk mencoba membatik menggunakan canting. Meskipun awalnya canggung, namun Lee dan Ho Ching tampak antusias membatik.

Perkuat Kerjasama Pariwisata Indonesia – Singapura

Penguatan kerjasama di bidang Pariwisata antara negara Indonesia dengan Singapura ditandai dengan penandatangan MoU on Tourism Indonesia–Singapore di sela-sela Leaders’ Retreat, di Semarang, Senin (14/11/2016). Nota kesepahaman di sektor pariwisata tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, S. Iswaran di hadapan Presiden RI, Joko Widodo, dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, di Wisma Perdamaian, Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah.

Agenda tersebut mendapat perhatian ekstra dari kedua negara. Tercermin dari banyaknya pejabat tinggi yang hadir menyaksikan MoU itu dalam forum Leaders’ Retreat. Dari Indonesia, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kematiriman Luhut Binsar Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Menristek Dikti Mohammad Nasir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menkominfo Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sementara dari Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong ditemani Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Perdagangan dan Industri Lim Hng Kiang, Menteri Komunikasi dan Informasi Yaacob Ibrahim, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Perdagangan dan Industri S Iswaran, Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) dan Menteri Kedua Pertahanan Ong Ye Kung, Menteri Senior Negara untuk Kesehatan dan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Amy Khor, dan Menteri Negara untuk Kesehatan dan Komunikasi dan Informasi Chee Hong Tat.

Lingkup kerja sama MoU ini betul-betul pengembangan pariwisata kedua negara, yang semakin akrab dan saling support selama dua tahun ini. Terutama soal promosi dan pemasaran bersama kapal pesiar (cruise) dan Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE). Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah pembangunan destinasi dan pelabuhan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, seminar, dan loka karya, penelitian dan pengembangan investasi pariwisata, kerja sama sektor swasta dan pertukaran informasi.

Saat pertemuan Tingkat Menteri Perekonomian kedua negara di Singapura, 30 Mei 2016, Indonesia langsung menentukan sikap menyetujui MoU kapal pesiar atau cruise. Indonesia pun mengusulkan pula perlunya MoU yang mencakup kerja sama pariwisata secara luas. Itu artinya, ada dua MoU yang akan ditandatangani pada Leaders Retreat. Lewat Kementerian Luar Negeri, SIngapura malah menyodorkan satu MoU Kerja Sama Pariwisata yang di dalamnya mencakup bidang kapal pesiar. Indonesia pun menyambut baik usulan tersebut. Senin (14/11/2016) MoU Kerja Sama Pariwisata Indonesia – Singapura pun langsung ditandatangani.

Poin kerjasamanya mencakup banyak hal. Nomor satu, mengikat kerjasama dengan Changi Airport Group (CAG).  Hal lainnya, bekerja sama dengan Ctrip mendatangkan wisatawan Tiongkok ke destinasi Bintan, Surabaya, Yogyakarta dan Lombok. Setelah itu, promosi Wonderful Indonesia di Changi Airport. Setelah hub transportasi udara internasional, kerjasama juga diarahkan ke hub pasar MICE – Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions. Singapore Association of Convention and Exhibition Organisers and Suppliers (SACEOS) ikut digandeng, Singapura dijadikan pintu masuk untuk pasar MICE. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of Stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spendingnya sangat tinggi.

Setelah itu, maskapai Singapore Airlines dan Silk Air pun ikut digandeng. Ini juga penting mengingat transportasi udara merupakan faktor paling critical bagi pariwisata Indonesia untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Hal yang tak bisa dihindari mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Semua destinasi hanya bisa dijangkau dengan cepat via udara. Saat ini, ada banyak negara sasaran pasar Wonderful Indonsia yang belum memiliki direct flight ke destinasi wisata Indonesia. Bahkan ada yang sama sekali tidak ada penerbangan langsung ke Indonesia. Sementara airlines Indonesia belum membuka jalur itu. (bp/sw)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Jokowi Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, – Presiden Joko Widodo mengundang Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, untuk berkunjung ke Indonesia. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *