Home / Peristiwa / 5 Pesan Penting Nurdin pada Bupati-Wali Kota di Kepri. Kenapa Tak Boleh Lagi Bantuan Tunai?
Nurdin membawa sendiri speedboat saat safari ramadan ke Anambas.

5 Pesan Penting Nurdin pada Bupati-Wali Kota di Kepri. Kenapa Tak Boleh Lagi Bantuan Tunai?

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah. Akibat kondisi ini Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memanggil pimpinan kepala daerah di kabupaten dan kota di provinsi ini.

Dalam rapat itu ada sejumlah hal yang disampaikan Gubernur Nurdin Basirun untuk mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi di Kepri. Berikut lima permintaan Gubernur kepada para kepala daerah di Kepri:

1. Lakukan kebijakan tidak populer

Untuk menumbuhkan kembali perekonomian di daerah ini, Gubernur meminta kepala daerah, tidak takut membuat kebijakan tidak populer. Nurdin Basirun mengakui tidak mudah menyelesaikan persoalannya melambatnya pertumbuhan ekonomi Kepri. Misalnya tidak lagi memberikan bantuan langsung ke masyarakat miskin, baik berupa uang, perbaikan rumah atau pemberian alat-alat untuk usaha.

2. Ubah cara untuk mengentaskan kemiskinan

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta Bupati dan Wali Kota mengubah cara mengentaskan kemiskinan dari pola yang selama ini dipakai. Menurut Gubernur, cara-cara bantuan tunai kepada warga miskin tidak menyelesaikan persoalan secara permanen. Bantuan langsung juga tidak membuat pertumbuhan ekonomi membaik. Yang terjadi adalah warga sasaran akan selalu mengharapkan bantuan itu setiap tahun dan tidak mengubah kehidupan mereka.

“Bantuan langsung dari pemerintah hanya bertahan dalam waktu singkat. Setelah itu masyarakat tersebut kembali ke kehidupan semula,” kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

3. Dorong daerah memiliki produk unggulan

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta Bupati dan walikota memiliki produk unggulan di masing-masing daerah. Produk unggulan itu harus dikembangkan di tengah masyarakat sehingga membantu perekonomian mereka.

4. Buat terobosan untuk aturan yang menghambat pembangunan

Gubernur Nurdin Basirun meminta kepala daerah untuk membuat terobosan-terobosan baru. Di antaranya membuat terobosan untuk mengatasi aturan-aturan yang menghambat pembangunan. Meski begitu, terobosan itu harus tetap mengacu dan berpedoman pada undang-undang otonomi daerah, dan tidak mengabaikan aspek hukum. Salah satu terobosan yang diapresiasi Gubernur adalah yang dilakukan Pemko Batam. Wali kota Batam berani membuat terobosan baru mengalihkan Batam dari kota industri menjadi kota pariwisata.

5. Usulan Gubernur Nurdin Basirun pada kabupaten dan kota

  1. Minta Kabupaten Karimun dimasukkan dalam sampel pertumbuhan ekonomi oleh Bank Indonesia.
  2. Berharap kabupaten Lingga melirik investasi jual beli air beku, selain investasi pertanian.
  3. Bintan diminta punya produk unggulan yang bisa memenuhi kebutuhan Bintan dan daerah lain di Kepri. Bisa jadi sentra produk pertanian
  4. Gubernur meminta daerah Natuna dan Anambas kembangkan pariwisata dan mencari terobosan terkait transportasi ke dua daerah itu untuk pendukung.

Gubernur mengatakan, terobosan perlu dilakukan karena sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Gubernur tidak bisa memutuskan sendiri. Saat ada persoalan di daerah, bupati dan walikota melaporkan ke gubernur dan gubernur koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Butuh rentang waktu yang panjang untuk menyelesaikannya,” katanya.

Meski begitu, Gubernur meminta pembangunan infrastruktur harus tetap prioritas kepala daerah, jika daerahnya mau maju.

“Kita akan berjuang bersama-sama. Saya, semampu saya akan terus melakukan apapun yang saya bisa lakukan. Setiap bertemu pejabat negara, siapa pun itu, selalu saya sampaikan kondisi Kepri ini dan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan” kata Nurdin. (tb)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *