Home / Daerah / Lingga / 2 Dari 5 SMK di Lingga Menggelar UNBK/CBT

2 Dari 5 SMK di Lingga Menggelar UNBK/CBT

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Lingga – Lima Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Lingga hari ini menggelar ujian nasional, dari lima SMK tersebut hanya dua yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Based Test (CBT) sementara tiga sekolah SMK lainnya masih menggunakan Ujian Nasional berbasis pensil atau kertas.

“Untuk hari pertama ini, hasil pemantauan kita di lapangan beberapa SMK menjalankan UNBK dengan cukup tertib,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga Junaidi Adjam, saat dihubungi Antara, Senin.

Lima SMK tersebut antara lain dua SMK yang menggunakan ujian dengan sistim CBT yaitu SMK Negeri 1 Singkep dan SMK Mahardika Singkep, sementara tiga SMK lainnya masih menggunakan sistim manual yaitu SMK Pariwisata Daiklingga, SMK Pertanian di Bukit Langkap, dan SMK Perikanan di Senayang.

Adapun siswa yang mengikuti Ujian Nasional tingkat SMK di Kabupaten Lingga yaitu berjumlah 83 orang, yang dibagi menjadi tiga sesi yang dimulai dari pukul 07.30 sampai 15.30 WIB untuk pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer, sementara untuk ujian manual dibagi menjadi dua sesi yang dimulai sejak pagi hingga siang hari.

“Untuk sekolah yang belum melaksanakan UNBK ini rata-rata terkendala jaringan internet yang berlum merata di Kabupaten Lingga, selain itu fasilitas pendukung juga belum tersedia,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, ketua panitia pelaksana Ujian Nasional di SMK Mahardika Singkep Novi mengatakan untuk saat ini pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer di SMK Mahardika Singkep masih berjalan sebagaimana mestinya, namun pada pagi tadi sempat terkendala jaringan telkom speedy yang lambat.

“Alhamdulillah masih berjalan lancar sampai siang ini, hanya ada beberapa kendala teknis tapi dapat diatasi,” ujarnya.

Selain kerahasiaan soal pelaksanaan ujian nasional lebih terjaga, pelaksanaan UNBK ini juga sangat efektif untuk menghemat biaya operasional pelaksanaan ujian. Karena pemerintah tidak lagi harus mengeluarkan biaya yang besar untuk penggandaan soal dengan cetakan kertas, selain itu terjadinya kerusakan soal juga dapat dihindari.

“Cukup efektif dari pada menggunakan sistim manual,” sebutnya. (ant**)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *