Home / Daerah / Batam / 10 Ribu Pekerja Migran Bermasalah Ditahan Otoritas Malaysia
Pertemuan Imigrasi Indonesia-Malaysia di I Hotel Baloi, Rabu (21/3).

10 Ribu Pekerja Migran Bermasalah Ditahan Otoritas Malaysia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Saat ini ada 10 ribu pekerja migran bermasalah yang ditahan otoritas Malaysia. Dari jumlah tersebut, kebanyakan para migran ini berasal dari Bangladesh dan Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dirjen Imigrasi Malaysia Dato Seri Mustafar bin Ali saat menghadiri pertemuan bilateral dengan Kepala Dirjen Imigrasi Indonesia Ronny F Sompie, di I Hotel, Baloi, Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (21/3).

Mustafar menyebutkan, hasil pendataan dari imigran yang tertangkap, setidaknya ada lima sektor atau jenis pekerjaan yang dominan menjadi sasaran kedatangan para pekerja ini.

“Memang pekerjaan ini banyak dari tenaga dari luar. Tapi yang paling banyak itu dari Bangladesh,” kata Mustafar, Rabu (21/3).

Kelima sektor tersebut adalah sektor industri pembinaan (industri konstruksi), sektor ini menjadi penyumbang jumlah pekerja migran terbanyak. Selanjutnya diikuti oleh sektor perkilangan (migas). Sektor berikutnya adalah sektor perimatan atau jasa pembantu rumah tangga dan sejenisnya. Sektor ini kata Mustafar, cukup banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Selanjutnya yang juga didominasi oleh pekerja migran Indonesia adalah sektor perdagangan dan pertanian.

Sejatinya lanjut Mustafar, Pemerintah Malaysia terus berupaya untuk mempermudah pemulangan pekerja yang bermasalah. Terlebih buat mereka yang memang memiliki niat baik untuk kembali. Namun demikian, bagi pekerja yang telah tertangkap tetap akan dilakukan proses hukum karena memang dianggap tidak proaktif. Seharusnya para pekerja yang tidak memiliki kelengkapan syarat harus melapor ke pemerintah yang berwenang di sana.

Adapun proses hukum tersebut, berupa penegakan hukum melalui penangkapan TKI ilegal untuk langsung akan dideportasi. Sebelumnya para pekerja ilegal yang tertangkap akan disidangkan terlebih dahulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. lalu kita akan usir.

“Dimana yang bersalah akan didakwa di pengadilan, sehabis itu akan kita usir (deportasi),” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dirjen Imigrasi Indonesia Ronny F Sompie menyatakan, Imigrasi Indonesia sudah berupaya memperketat pemberian pasport bagi pekerjaan Migran. Tahun 2017 lalu, ada sekitar enam ribu pasport yang dituda. Karena pekerja migran tersebut tak melalui prosedur yang benar melalui BNP2TKI. Sementara di tahun 2018 ini sudah ada 1.270 penundaan penerbitan pasport.

“Dengan tak melalui prosedur yang benar, mereka rentan menjadi korban. Berpotensi menjadi pekerja migran Indonesia yang bermasalah,” kata Ronny F Sompie ketika ditemui di sela pertemuan.

Dalam proses wawancara pembutan pasport lanjutnya, biasanya Imigrasi bisa mengidentifikasi apakah seseorang membuat paspor untuk bekerja di luar negeri atau bukan. Mereka diminta membawa kelengkapan dokumen.

“Profiling calon pekerja migran Indonesia itu sangat kelihatan,” katanya.

Ronny menjelaskan, biasanya petugas akan menanyakan tujuan pembuatan pasport. Jika untuk tujuan wisata, petugas akan menggali kembali negara tujuan wisata yang akan dituju. Kemudian memperdalam profil pengaju pasport. Seperti pekerjaan selama di Indonesia, jumlah gaji yang diterima setiap bulan, hingga alasan ingin bersiwata ke luar negeri dengan kemampuan keuangan yang mereka miliki.

“Jika ingin menjenguk keluarga, bisa kita minta dia menelepon keluarganya saat itu juga. Kemudian kita langsung wawancara untuk mendalami hubungan kekeluargaan antara keduanya,” kata Ronny lagi. (bbi/JPC)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *