Home / Serba-Serbi / Tradisi Balimau Kasai 2017 (1438 H) Masyarakat Kampar Kota Batam
Siraman balimau kasai, tradisi penyucian diri menjelang bulan suci Ramadhan warga Kampar, jumat (26/5/17) kemarin.

Tradisi Balimau Kasai 2017 (1438 H) Masyarakat Kampar Kota Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, masyarakat Kampar kota Batam yang tergabung dalam ikatan Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) kota Batam, kembali menggelar tradisi “Balimau Kasai”, tradisi siraman yang kali ini digelar di pantai Tanjung Memban, Kampung Tua Bemban Nongsa Batam, jumat (26/5/17).

Acara tersebut sekaligus dalam rangka pengukuhan pengurus KBKK sekota Batam periode 2016-2021, yang beranggotakan 12 orang perwakilan dari masing-masing kecamatan. Hadir ketua KBKK Batam Abdul Malik, SE, MSi, ketua panitia Balimau Kasai Ramses Firdaus, S.Pi, M.Si, serta warga Kampar kota Batam.

Hujan sehari penuh yang mengguyur kota Batam tak menyurutkan niat warga Kampar kota Batam untuk menghadiri tradisi siraman tersebut. Adapun acara dimulai dengan lomba saji makanan Bajambau, dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus KBKK, pemandian balimau kasai, pembagian hadiah bagi pemenang lomba saji makanan Bajambau.

Kepada Hangtuah Pos, Ramses mengatakan bahwasanya mereka, warga masyarakat Kampar yang merantau ke Kepri dan Batam ingin senantiasa melestarikan budaya leluhur mereka dimanapun mereka berada, yakni siraman Balimau Kasai. Ia menceritakan ihwal tradisi tersebut adalah satu tradisi masyarakat Kampar untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan siraman.

“Tujuannya untuk menyucikan diri dalam rangka memasuki bulan Ramadhan, Balimau artinya menyucikan diri agar pada saat memasuki bulan Ramadhan jasmani kita bersih, serta bersilahturahmi saling memaafkan sesama warga di tradisi Balimau, sehingga selain jasmani kita bersih, rohani kita juga bersih dari kesilapan yang pernah kita perbuat,” ulas Ramses.

Lanjut Ramses, tradisi Balimau ini dilakukan tiap tahun dan berpindah-pindah tempat sesuai dengan kondisi.

“Kebetulan tahun ini banyak sekali kegiatan kita, termasuk pelantikan/pengukuhan pengurus KBKK kota Batam periode 2016-2021, ada juga tradisi Bajambau, yakni tradisi saji makanan khas daerah Kampar karena pada setiap tamu dihidangkan makanan khas Kampar, oleh karena itu digelar juga tradisi Bajambau tersebut agar mengingatkan kita akan tradisi ini, menu-menunya pun makanan khas kampar, kita lombakan disini sebagai apresiasi masyarakat Kampar disini, kemudian prosesi siraman Balimau Kasai, dimulai dengan ritual sisombou yaitu berbalas pantun, adab orang Kampar untuk memulai komunikasi dari yang muda kepada orang yang ditokohkan, diteruskan dengan siraman Balimau Kasai, orang yang ditokohkan tersebut memandikan generasi selanjutnya,” terang Ramses.

Ia berharap agar masyarakat Batam asal Kampar tetap menjunjung tinggi nilai budayanya yang islami, tetap menjaga silahturahmi, kompak dalam membangun kota Batam kedepannya.

Dalam hal ini, Malik menambahkan bahwa warga Kampar di kota Batam sebanyak 5000 KK, sehingga untuk tahun ini kepengurusan tiap kecamatan yang sudah terbentuk sejak 2016 baru bisa dilantik di tahun 2017. Ia menegaskan tradisi Balimau tersebut jangan disalahartikan dengan tradisi hindu.

“Tradisi ini adalah tradisi umat islam warga Kampar sejak jaman kerajaan dahulu sebagai simbol kita bergembira menyambut bulan suci Ramadhan sembari bersilahturahmi antar sesama warga Kampar di Batam ini,” ujarnya. (dian)

Prosesi sisombou (berbalas pantun) sebelum prosesi siraman balimau kasai dilanjutkan dengan prosesi siraman balimau kasai.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *